SOLOK/SOLSEL

Pemkab Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Nagari, Kembangkan Koperasi Merah Putih Secara Profesional

0
×

Pemkab Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Nagari, Kembangkan Koperasi Merah Putih Secara Profesional

Sebarkan artikel ini
TERLIBAT—Wakil Bupati Solok, Candra terlibat dialog dengan Andani Ekaputra dari pihak Unand demi mendorong penguatan ekonomi berbasis nagari..

SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong penguatan ekonomi berbasis nagari. Dengan menggandeng Universitas Andalas (UNAND) Pemkab Solok berupaya mengembangkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih secara profesional.  Fokus utama dari kerjasama ini untuk peningkatan nilai bisnis koperasi dan kesejah­teraan masyarakat melalui pengembangan usaha pupuk organik. Kerja sama strategis ini dibahas dalam temu ramah antara Tim Kerja Sama UNAND dan jajaran Pemkab Solok.

Wakil Bupati Solok, Can­dra menekankan bahwa sekitar 56% masyarakat Kabupaten Solok adalah petani. Sehingga potensi sektor pertanian sangat besar untuk digarap lebih serius.

“Kami berharap ada pelatihan SDM untuk pengelola Kopdes Merah Putih serta pendampingan ma­na­jemen dari UNAND agar koperasi ini tidak hanya legal, tapi juga profesional,” ujarnya.

Candra juga menyoroti kondisi BUMNag di Solok yang masih belum maksimal. Dari 74 nagari, hanya 10 BUMNag yang dinilai sehat. Ia menyatakan bahwa tujuh Kopdes yang berpotensi akan diprioritaskan dalam pengembangan pupuk organik. “Ini adalah ikhtiar awal kita untuk meningkatkan kualitas produk pertanian, menekan biaya produksi, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan petani,” tandasnya.

Diharapkan, kerja sama ini akan memperluas akses pasar hasil pertanian Solok, sekaligus menciptakan model pengelolaan eko­nomi nagari yang lebih terarah, modern, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Solok, Ahpi Tu­ta Gusta Tusri, meng­ung­kapkan bahwa saat ini sebanyak 74 nagari telah menyelesaikan proses pem­bentukan badan hukum Kopdes Merah Putih.

Langkah selanjutnya adalah pemetaan potensi masing-masing nagari serta pelaksanaan studi kelayakan usaha.

“Tujuh Kopdes di antaranya memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pupuk organik,” ujar Gusta.

Sejalan dengan itu, Dr. Andani Ekaputra menjelaskan bahwa UNAND akan melibatkan Kopdes dan BUMNag dalam pengembangan pupuk organik dengan target produksi hingga 5.000 ton per tahun. Saat ini pihaknya juga tengah me­lakukan riset pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk, yang sekaligus men­dukung program Solok Bersih. “Target kita adalah meningkatkan serapan pupuk organik hingga 30%. UNAND akan mendampingi nagari penghasil pupuk ini untuk menjaga kualitas produksi—tanpa biaya pen­dampingan,” jelas Andani. (vko)