SATU persatu langkah Pemerintah Kota Padangpanjang menyelesaikan persoalan kesemrawutan jalur akses dalam kota mulai ditertibkan. Pasalnya, setelah menerapkan jalur One Way dalam kota, Walikota Kota Hendri Arnis, menertibkan terminal bayangan yang menjadi titik turun dan naiknya penumpang angkutan umum rute Padangpanjang- Bukittinggi, di kawasan Bukit Surungan, Padangpanjang Barat, Jumat (20/6).
“Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Padangpanjang dalam menegakkan ketertiban umum, memperlancar arus lalu lintas, serta mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya. Selama ini, keberadaan terminal bayangan kerap menyebabkan kemacetan, parkir sembarangan, hingga mengganggu estetika kota,” ungkap Wako Hendri Arnis.
Sebagai solusi, angkutan umum dialihkan ke lokasi yang telah disiapkan, yakni di Jalan Barder Johan, kawasan Pasar Kuliner Padangpanjang yang dinilai lebih representatif dan tidak mengganggu arus lalu lintas utama.
“Penertiban ini bukan untuk mematikan mata pencaharian, justru untuk mendukung para sopir agar bisa beroperasi lebih tertib dan aman. Kota ini milik bersama, dan keteraturan adalah bagian dari kemajuan,” ujar Wako Hendri.
Walikota menekankan, penataan transportasi publik harus sejalan dengan visi kota ramah wisata dan berkelanjutan. Dirinya juga meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk para pengemudi, untuk ikut menjaga ketertiban dan mendukung kebijakan ini demi kebaikan bersama.
Langkah tegas Pemko mendapat sambutan positif dari para sopir angkutan umum yang terdampak kebijakan tersebut. Mereka menyatakan kesediaan untuk pindah dan mendukung penuh penataan terminal bayangan ini.
Selain penataan lokasi, Pemko juga berkomitmen memberikan pendampingan dan sosialisasi berkelanjutan agar kebijakan ini berjalan lancar. Dinas Perhubungan akan terus mengawal proses ini dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Adaptasi SSA, Dishub Turunkan Petugas
Terpisah Wakil Walikota Padangpanjang Allex Saputra mengatakan penertiban terminal bayangan merupakan kelanjutan dari program jalur satu arah dalam kota.
Ia berharap dengan adanya rekayasa lalu lintas ini bisa dipatuhi semua pengguna jalan tanpa ada yang melanggar, karena petugas akan ditugaskan di lokasi tertentu nantinya.
Dikatakan Wawako, selain petugas Pemko Padangpanjang jugaakan melengkapi titik-titik strategis dengan rambu-rambu tambahan sebagai penanda arah dan pengingat bagi pengendara.
Penertiban terminal bayangan yang turut dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra dan Plh. Kadishub, Harry Rizka Perdana ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemko dalam menata wajah kota menuju kawasan yang lebih teratur, bersih, dan nyaman. “Untuk penertiban terminal bayangan ini, kita telah siapkan petugas di sejumlah titik yang menjadi lokasi turun naik nya penumpang,” jelas Allex Saputra.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Arkes Refagus menyebutkan, sebelumnya Pemko telah menerapkan skema arus lalu lintas telah diberlakukan tersebut tentukan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Ya, sejauh ini masyarakat mulai beradaptasi dengan baik terhadap sistem baru yang terapkan. Namun, kita juga telah menurunkan petugas agar operasi terminal bayangan dapat teratasi, “jelasnya.
Lebih lanjut Arkes Refagus, bagi pengguna jalan sudah mulai memahami dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas, terutama di ruas Jalan Sudirman dan Imam Bonjol. Arus kendaraan lancar, tidak ada lagi kemacetan yang berarti.
Selain itu, ungkap Arkes Refagus melanjutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk para pengusaha angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan perbatasan, hingga angkutan dalam kota.
“Kami telah merapatkan jalur angkutan bersama stakeholder terkait. Kami minta jalur ini dipatuhi, dan jika ada pelanggaran, akan dilakukan tindakan preventif dengan dukungan Satlantas,” ucap Arkes.
Dampak Ekonomi SSA
Sekitar tiga bulan sejak diberlakukannya Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan Pasar Padangpanjang, kebijakan ini dinilai membawa dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas dan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Arkes Refagus mengatakan berdasarkan evaluasi, SSA memberikan kontribusi signifikan terhadap ketertiban arus kendaraan serta meningkatnya jumlah pengunjung di sekitar pasar.
“Dengan diberlakukannya SSA di kawasan Pasar Pusat, saat ini masyarakat pengguna jalan mulai mematuhi aturan tersebut, baik yang memang bertujuan ke pasar maupun yang sekadar melintas,” ungkapnya.
Arkes menambahkan, sosialisasi penerapan SSA telah dilakukan selama tiga bulan ini, dengan menempatkan petugas di beberapa persimpangan untuk mengingatkan pengguna jalan, meletakkan road barrier, memasang rambu petunjuk, serta memberikan tindakan preventif bagi yang melanggar aturan.
“Alhamdulillah, kemacetan yang biasanya terjadi pada jam tertentu kini sangat berkurang. Tentu kelancaran ini akan meningkatkan kunjungan masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kota Padangpanjang ke Pasar Pusat,” imbuhnya.
Selain itu, area parkir yang sebelumnya semrawut kini telah ditertibkan dan tersedia dalam jumlah lebih banyak. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan.
“Masyarakat yang melintas pun kini mulai mengenal Pasar Pusat Padangpanjang dan bahkan banyak yang menyempatkan diri untuk singgah berbelanja. Sejak diberlakukan pada awal April lalu, ada peningkatan kenyamanan, baik bagi pengunjung maupun pedagang,” ungkapnya. (rmd)






