PADANG, METRO–Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menekankan pentingnya komunikasi dan sosialisasi yang masif agar Program BPJS Kesehatan Gratis dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Padang yang memenuhi persyaratan.
Penegasan ini disampaikan saat membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Penyelenggaraan Program BPJS Kesehatan Gratis yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Padang di HW Hotel Padang, Rabu (18/6).
“Hari Minggu kemarin saya menghadiri acara Subuh Mubarakah. Dalam kesempatan tersebut, masih banyak masyarakat yang bertanya kepada saya bagaimana cara mendapatkan BPJS Kesehatan Gratis. Ini menandakan bahwa komunikasi kita belum berjalan maksimal,” ujar Maigus Nasir.
Maigus Nasir berharap, melalui FGD ini dapat dirumuskan langkah-langkah strategis agar informasi terkait layanan BPJS Kesehatan Gratis dapat disampaikan secara lebih masif, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Untuk itu saya juga meminta camat, lurah, hingga RT dan RW agar aktif mendengar dan menindaklanjuti keluhan warga.”
“Musyawarah Kelurahan (Muskel) perlu dilakukan sebagai sarana untuk menggali berbagai permasalahan masyarakat,” ujar Wawako.
Lebih lanjut, Maigus Nasir mengungkapkan masih banyak kasus kesehatan yang belum tertangani secara tuntas di rumah sakit.
“Saat ini, kita masih menjumpai sejumlah permasalahan kesehatan, ini menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami mencari solusi alternatif, salah satunya melalui dokter warga,” ujarnya.
Menurut dia, berbagai penyakit yang ditemukan di tengah masyarakat mencerminkan masih adanya keterbatasan dalam layanan keperawatan maupun jangkauan pelayanan kesehatan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan rakyat, mulai dari camat, lurah, hingga RT/RW. Kita harus aktif mencari tahu kondisi warga yang sakit atau membutuhkan bantuan. Minimal, adakan pertemuan rutin dengan warga untuk mendengar langsung keluhan mereka,” imbuhnya.
Berbagai temuan dan permasalahan, lanjutnya, menjadi catatan penting agar tidak terulang di masa depan. Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat komunikasi dan memperluas sosialisasi kebijakan secara efektif demi mewujudkan Padang sebagai kota sehat dan pintar.
“Kita hanya butuh perencanaan yang matang, sistem yang tertib, dan pelayanan yang ramah. Mari benahi Kota Padang dengan semangat Padang Melayani, khususnya dalam sektor kesehatan melayani dengan hati, bekerja dengan kolaborasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pa_dang, dr. Srikurnia Yati, menyampaikan Program BPJS Kesehatan Gratis merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Padang yang telah diluncurkan sejak 3 Maret 2025. Selama pelaksanaannya, ditemukan sejumlah persoalan di lapangan, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun kecamatan.
Ia juga membeberkan, permasalahan yang ditemukan di antaranya, ditemukan masyarakat berdomisili di Kota Padang tetapi belum memiliki administrasi kependudukan Kota Padang, kemudian bayi baru lahir tidak segera didaftarkan dalam Kartu Keluarga, sehingga tidak bisa dimasukkan sebagai peserta BPJS.
“Peserta telah didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan Gratis, setelah dicek ke kelurahan untuk diterbitkan surat domisili yang bersangkutan terdaftar di Dukcapil daerah lain, dan permasalahan iuran BPJS yang menunggak,” sebutanya.
Ia berharap melalui evaluasi ini, permasalahan tersebut segera ditindaklanjuti oleh lintas instansi agar pelayanan kesehatan gratis benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat. (ren)






