PARIAMAN, METRO–Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pariaman Muhammad Syukri menyatakan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya lokal yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pariaman , kemarin, dapat munculnya penulis generasi muda yang mencintai konten-konten lokal.
“Generasi muda yang bisa menulis tentang Kota Pariaman,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pariaman Muhammad Syukri kemarin, dengan bimtek kepenulisan berbasis konten budaya local.
Tulisan peserta lainnya yang dikoreksi dan dipertajam antara lain Astrid Yuliansyah (Mambaok Juadah), Asyifa Amri Razmi (Tradisi Lauak Baniak-an), Gusniarni Megawati (Carabuik Nasi), Hasnah Mila (Unyam Jagung dan Tumbang), Hawwa Qarbain Amoer (Maota di Lapau), Manha Zahia Khairunnisa’ (Makna Simbolis Baju Adat Bundo Kanduang), Neni Triana (Sambareh, Makanan Khas Pariaman), Neti Herawati,SE.M.Pd (Asal Nama Desa Pauh), Rahil Defrian Maulana (Mangaji Kamatian), Solvia (Asal Usul Nama Desa Kampung Kandang), Suci Nurjannah Yuansyah (Tambua Tasa Pariaman), ‘Tuti Muslimah (Batuka Cincin: Simbol Adat dan Janji Suci Dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Pariaman), Yeyen (Asal Usul Desa Kaluat) dan Yusnidar.Y (Tradisi Manjapuik Marapulai di Pariaman. (efa)






