BERITA UTAMA

Geger! Potongan Tubuh Manusia Mengapung di Sungai, Tanpa Kepala, Kaki, Tangan dan Kelamin

0
×

Geger! Potongan Tubuh Manusia Mengapung di Sungai, Tanpa Kepala, Kaki, Tangan dan Kelamin

Sebarkan artikel ini
MAYAT— Polisi bersama petugas BPBD mengevakuasi mayat tanpa kepala, kaki, tangan dan kelamin di aliuran Sungai Batang Anai.

PDG. PARIAMAN, METRO —Warga Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, diheboh­kan dengan adanya penemuan potongan tubuh manusia yang mengapung di aliran Sungai Batang Anai, Selasa (17/6) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat ditemukan, mayat yang dientitasnya tak dike­tahui itu kondisinya tidak lengkap. Kepala, tangan, kaki dan alat kelaminnya tidak ada. Polisi pun men­duga mayat yang ditemu­kan itu merupakan korban pembunuhan dan mutilasi.

Di lokasi, terlihat ratu­san warga memdati area pinggir sungai untuk me­nyaksikan penemuan po­tongan tubuh manusia yang organnya tidak leng­kap. Sementara, Polisi ber­sama BPBD mengevakuasi mayat berjenis kelamin laki-laki itu ke daratan lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.

Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi membenar­kan bahwa ditemukan seo­rang mayat jenis kelamin laki-laki dengan kondisi mengenaskan. Menurut­nya, mayat yang dite­mu­kan hanya badannya saja, se­dangkan beberapa organ­nya tubuhnya sudah hilang.

“Mayat itu ditemukan oleh warga mengapung di dekat sejumlah kapal ne­layan yang sedang bersan­d­ar. Kondisi mayat tanpa kepala, tangan dan kaki. Selain itu, alat kelamin mayat juga tidak ada,” kata Iptu Wadriadi kepada war­tawan saat dikonfirmasi.

Iptu Wadriadi menejas­kan, kronologis penemuan mayat bermula pada saat Supirman bersama Sup­ratman sedang member­sihkan kapal yang sedang bersandar di tepi Aliran Sungai Batang Anai.

“Ketika membersihkan kapal, mereka melihat ada seperti bagian badan bo­neka sedang mengapung disebelah kapal tersebut. Kemudian mereka men­dekati dan mencoba nge­cek dengan kayu. Ternyata yang mengapung bukan boneka, melainkan bagian tubuh manusia dengan kondisi hanya bagian tubuh tanpa kepala, kedua ta­ngan, dan kedua kaki,” jelas Iptu Wadriadi.

Selanjutnya, ungkap Iptu Wadriadi, saksi mem­beritahukan penemuan ter­sebut kepada masya­rakat sekitar untuk meminta per­tolongan serta langsung melaporkan kejadian terse­but ke Polsek Batang Anai.

“Setelah mendapat la­poran dari masyarakat, kami langsung mendatangi TKP penemuan mayat ter­sebut. Kemudian me­mang­gil pihak Basarnas Ka­bupa­ten Padang Pariaman dan ambulan pemuda anak Na­gari Katapiang untuk dila­kukan evakuasi,” ujar dia.

Iptu Wadriadi me­nutur­kan, mayat telah die­vakuasi dan langsung diba­wa ke ke Rumah Sakit Bha­yangkara menggu­nakan ambulans anak Nagari Ka­ta­piang. Di sana, nantinya potongan tu­buh tersebut akan dilakukan autopsi untuk mengungkap penye­bab kematiannya.

“Kalau melihat kon­disi­nya memang ada unsur pidana mutilasi pada jena­zah tersebut. Tapi dugaan itu masih belum bersifat final, karena kami masih menung­gu hasil autopsi dari pihak rumah sakit,” tutup dia. (ozi)