SOLOK, METRO —Untuk keperluan pendaftaran masuk sekolah, masyarakat terpaksa antri untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solok. Lonjakan masyarakat yang datang ke kantor Dinas Dukcapil Kota Solok sebetulnya sudah terjadi sejak minggu pertama bulan Juni 2025.
Setiap harinya, puluhan hingga ratusan warga memadati ruang pelayanan untuk mengurus dokumen identitas anak. Tampak layanan KIA menjadi yang paling banyak diminati dalam beberapa hari terakhir. Salah satu persyaratan masuk sekolah dengan melampirkan KIA menjadi pemicu utama meningkatkan permohonan untuk pengurusan KIA ini.
Kepala Disdukcapil Kota Solok, Ratnawati mengatakan, khusus untuk KIA, termasuk mencatat ada pemutaran yang cukup tinggi dalam beberapa hari ini. Dalam sehari selanjutnya, bisa masuk 100 hingga 150 permohonan KIA jelang pendaftaran sekolah. Dan puncaknya hingga 200 permohonan lebih.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan kebutuhan dokumen kependudukan sejak dini,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi membeludaknya masyarakat dan menjaga agar pelayanan tetap tertib, pihak Disdukcapil melakukan penyesuaian alur antrean dan pembagian loket pelayanan. Mulai dari loket informasi tempat pengambilan antrian, loket IKD serta loket penilaian KIA.
Pihak Disdukcapil terpaksa melakukan pengaturan ulang posisi antrean dan alur layanan. Petugas secara menempatkan strategi untuk memecah antrean dan mempercepat arus pelayanan, terutama pada loket KIA yang memang paling padat.
Selain itu, Disdukcapil juga menambah jumlah petugas untuk layanan IKD dan mencetak KIA. Disdukcapil Kota Solok mengimbau masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan, agar saat dibutuhkan dokumen sudah ada. (vko)






