PADANG, METRO–PT. Wiratama Jaya Perkasa, Pusdiklat Satpam Sumbar Barat mengadakan Diksar Satuan Pengamanan Angkatan 99 Tahun 2025. Sebanyak 40 perserta mengikuti Diklat yang digelar, Jumat (13/6) lalu.
Komisaris Utama PT. Wiratama Jaya Perkasa, Kapten Inf. (Purn) Sutrisno Abu Bakar, berharap dengan keikutsertaan Satpam menikuti Pusdiklat dapat menjadi lelaki petarung dalam bidang pekerjaannya.
“Orang Minang itu memiliki jiwa pertarung. Perantau itu orang Minang,” kata Sutrisno.
Dia meminta, setelah mengikuti Diksar, seluruh Satpam Angkatan 99 dapat merantau, meninggalkan Kota Padang untuk mencari pekerjaan di daerah lain. Karena, di Sumatera Barat peluang kerja terbatas.
“Carilah peluang kerja di Jakarta, Jawa Barat, Banten, IKN dan lainnya. Kami memminta kepada seluruh alumni peserta didik di Pusdiklat Satpam PT. Wiratama Jaya Perkasamenjadi lelaki petarung dengan meninggalkan kampung halamannya,” tegas Sutrisno Abu Bakar.
Selain itu, kata Sutrisno, usai pendidikan langsung cari kerja dan lapangan pekerja paling mudah adalah Satpam dan profesi tertinggi dan tidak perlu gengsi, dan hebat, profesi mulia.
Ia menjelaskan bahwa PT. Wiratama Jaya Perkasa, selain mengajarkan kekuatan fisik, juga memberikan rohani dengan melatih Satpam bangun pukul 04.00 WIB, dilanjutkan dengan senam.
“Setelah itu mandi dan persiapan shalat berjamaah di masjid atau mushalla. Karena seorang laki-laki pertarung itu shalat berjamaah di masjid itu yang diajarkan Nabi, shalat Isyraq atau Syuruq, tausiah iman dan amal shaleh kajian tahuid, kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan lingkungan Lemdik untuk menumbuhkan rasa jiwa yang bersih ditimbulkan dari lingkungan yang bersih supaya dimana ia bekerja nanti selalu menjaga kebersihan,” ulasnya.
Persiapan itu apel pagi untuk menerima materi pelajaran baik teori dan praktek, nanti jam 11.30 WIB kita kasih istrihat tidur sebelum waktu dzuhur, yang dikenal sebagai qailulah, adalah tidur singkat yang dianjurkan dalam Islam, shalat zuhur.
Setelah itu mereka dapat lagi pelajaran Muzakarah adab adalah kegiatan membahas atau mendiskusikan tentang adab atau tata krama, terutama dalam konteks Islam.
“Muzakarah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik adab dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia, maupun lingkungan,” tuturnya.
Hal ini diharapkan menjadikan mereka sebagai satpam yang mempunyai legitas, berijazah dan mereka juga ke luar dengan sebagai Dai Kamtibmas, membantu Polisi, bersama Polisi, menjadi Dai.
“Dakwah agama ini sangat penting sebagai umat Islam. Umat Islam hidup dalam sunah, ini kita ajarin selama pendidikan,” sebut Sutrisno Abu Bakar.
Di tempat yang sama, Camat Pasaman Andre Afandi mengucapkan selamat, khususnya kepada warga dari Nagari Sukomanti yang telah mengikut pelatihan Satpam di PT Wiratama Jaya Perkasa. “Saat ini ada 19 warga kami ikut pelatihan Satpam. Semuanya bersumber dari dana desa Pemeritahan Nagari Sukomananti Aua Kuniang,” ungkap Andre Afandi.
“Kami nanti juga aman minta kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat didaftarkan dan bisa disalurkan ke lembaga yang membutuhkan tenaga Satpam,” harapnya. (ped)






