SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Tak Percaya dengan Kepengurusan BWKS, Dinilai Kehilangan Arah dan Mati Suri

0
×

Tak Percaya dengan Kepengurusan BWKS, Dinilai Kehilangan Arah dan Mati Suri

Sebarkan artikel ini
Riswan Idris

SAWAHLUNTO, METRO–Sejumlah anggota Ba­lai Wartawan Kota Sa­wahlunto (BWKS) menya­takan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan BWKS yang dinilai telah kehilangan arah dan akti­vitas. Organisasi yang se­belumnya aktif kini di­nyatakan dalam kondisi mati suri oleh para ang­gotanya sendiri.

BWKS yang awalnya dibentuk dengan struktur lengkap—dipimpin oleh Adek Rossyie Mukhri se­ba­gai Ketua, Riswan Idris sebagai Sekretaris, dan Drs. Djasrizal (Can) seba­gai Bendahara—kini dini­lai kehilangan ruh kepe­mimpinan setelah me­ngalami pergantian ketua yang dilakukan tanpa mu­syawarah menyeluruh.

Sekretaris BWKS, Ris­wan Idris, menyebut bah­wa proses penunjukan ketua baru belakangan ini hanya sebatas formalitas yang dijalankan oleh sege­lintir orang, tanpa meli­batkan mayoritas anggo­ta.  “Inilah yang membuat keberadaan BWKS se­makin tenggelam dan tak lagi punya kegiatan yang berarti,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, para anggota mengingatkan masyarakat dan berbagai pihak, termasuk Pemko, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Sawahlunto, untuk berhati-hati terhadap proposal atau permintaan dana yang mengatasnamakan BWKS atau komunitas wartawan.

“Kami tegaskan, apabila ada oknum yang mem­bawa-bawa na­ma BWKS demi kepentingan pribadi atau kelompok kecil, terutama dalam pe­ngajuan proposal kegiatan, maka itu di luar tanggung jawab kami,” tegas Riswan Idris.

Dikatakan Riswan Idris, bahwa mereka juga meminta agar pihak-pihak yang menerima proposal serupa untuk mengecek legalitas dan keabsahan kepengurusan BWKS yang bersangkutan, serta memastikan bahwa tujuan penggalangan dana benar-benar sesuai dengan visi organisasi.

“Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan ini, para anggota berharap BWKS bisa dibenahi secara menyeluruh dan kem­bali menjadi wadah profesional serta independen bagi para jurnalis di Kota Sawahlunto,” kata Riswan Idris. (pin)

Sejumlah anggota Balai Wartawan Kota Sawahlunto (BWKS) menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan BW­KS yang dinilai telah kehilangan arah dan aktivitas. Organisasi yang sebelumnya aktif kini dinyatakan da­lam kondisi mati suri oleh para anggotanya sendiri.

BWKS yang awalnya dibentuk dengan struktur lengkap—dipimpin oleh Adek Rossyie Mukhri sebagai Ketua, Riswan Idris sebagai Sekretaris, dan Drs. Djasrizal (Can) sebagai Bendahara—kini dinilai kehilangan ruh kepe­mimpinan setelah mengalami pergantian ketua yang dilakukan tanpa mu­syawarah menyeluruh.

Sekretaris BWKS, Ris­wan Idris, menyebut bahwa proses penunjukan ketua baru belakangan ini hanya sebatas formalitas yang dijalankan oleh segelintir orang, tanpa melibatkan mayoritas anggota. “Inilah yang membuat keberadaan BWKS semakin tenggelam dan tak lagi punya kegiatan yang berarti,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, para anggota mengingatkan masyarakat dan berbagai pihak, termasuk Pemko, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Sawahlunto, untuk berhati-hati terhadap proposal atau permintaan dana yang mengatasnamakan BWKS atau komunitas wartawan. “Kami tegaskan, apabila ada oknum yang membawa-bawa nama BWKS demi kepentingan pribadi atau kelompok kecil, terutama dalam pengajuan proposal kegiatan, maka itu di luar tanggung jawab kami,” tegas Riswan Idris.

Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang menerima proposal serupa untuk mengecek legalitas dan keabsahan kepengurusan BWKS yang bersangkutan, serta memastikan bahwa tujuan penggalangan dana benar-benar sesuai dengan visi organisasi. Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan ini, para anggota berharap BWKS bisa dibe­nahi secara menyeluruh dan kembali menjadi wa­dah profesional serta independen bagi para jurnalis di Kota Sawahlunto. (pin)