PARIAMAN, METRO–Aksi penjambretan tas di kawasan Jati, Jalan By Pass Kota Pariaman, memakan korban jiwa, Minggu (15/6). Pasalnya, penjambret yang berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor, menabrak pejalan kaki hingga tewas di tempat.
Sedangkan pelaku jambret yang juga ikut terjatuh dari sepeda motornya, langsung ditangkap warga. Bahkan, warga yang geram melampiaskan emosinya dengan menghakimi pelaku sampai babak belur tak berdaya dan meminta ampun.
Beruntung, Polisi cepat datang ke lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan massa yang jumlahnya ratusan orang. Sementara, korban berjenis kelamin laki-laki yang berusia 58 tahun yang tergeletak tak bernyawa, dibawa ke rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadan mengatakan, pelaku diduga telah membuntuti korban yang merupakan sebuah keluarga dari Bangkinang menuju Padang sejak mereka berhenti makan di sebuah rumah makan di kawasan Bypass.
“Korban sedang dalam perjalanan bersama istri dan anaknya. Mereka sempat berhenti makan, dan dari keterangan saksi, pelaku sudah mengamati sejak di sana,” ungkap Iptu Rio.
Setelah keluarga tersebut kembali melanjutkan perjalanan, kata Iptu Rio, pelaku mendekati mereka dan secara tiba-tiba merampas tas yang berisi uang tunai, dua unit telepon genggam, serta sejumlah barang berharga lainnya. Usai beraksi, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor, memicu kejar-kejaran dengan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
“Namun pelarian pelaku justru membawa petaka. Dalam upaya kabur, ia menabrak seorang pria yang tengah berjalan kaki di lokasi. Akibat benturan keras, korban tabrakan tersebut meninggal dunia di tempat,” jelas Iptu Rio.
“Korban tewas di lokasi kejadian akibat luka serius. Pelaku sempat mencoba terus melaju, tapi akhirnya terjatuh dari motornya dan berhasil diamankan oleh warga,” tambah Iptu Rio.
Pelaku, kata Iptu Rio, kemudian diserahkan ke pihak kepolisian dan saat ini telah diamankan di Mapolres Pariaman. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan lengkap terhadap identitas pelaku dan korban, serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
“Kami sedang selidiki lebih lanjut apakah pelaku ini beraksi sendiri atau ada jaringan di baliknya. Sementara itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat dalam perjalanan jauh,” pungkas dia. (ozi)






