AGAM/BUKITTINGGI

Ketua DPRD Agam Pimpin Renungan Suci Peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang

0
×

Ketua DPRD Agam Pimpin Renungan Suci Peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang

Sebarkan artikel ini
MALAM RENUNGAN SUCI— Ketua DPRD Agam H. Ilham, memimpin apel kehormatan dan renungan suci memperingati Perang Kamang dan Perang Manggopoh ke-117, di Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh, Lubuk Basung, Minggu (15/8) dini hari.

AGAM, METRO–Ketua DPRD Agam H. Ilham, memimpin apel kehormatan dan renungan suci dalam rangka memperingati Perang Kamang dan Perang Manggopoh ke-117, di Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh, Lubuk Basung, Minggu (15/8) dini hari.

Apel kehormatan dan renungan suci tersebut turut dihadiri oleh Sekda Agam Drs. Edi Busti, M.Si,  seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Agam, Anggota DPRD Agam Joni Putra, dan Yonadi serta Kepala OPD.

Apel kehormatan ini selain bentuk syukur dalam memperingati Perang Kamang dan Perang Manggopoh. Selain itu,  juga bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan.

Apel kehormatan dan renungan suci berjalan semakin khidmat ketika paduan suara yang mengiringi saat-saat mengheningkan cipta.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian salam penghormatan oleh Ketua DPRD Kabupaten Agam dan meletakan karangan bunga pada salah satu makam pahlawan.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan tabur bunga oleh Ketua DPRD Agam, diikuti Sekda Agam, Anggota DPRD beserta seluruh Forkopimda Kabupaten Agam.

Makan Bajamba

Sementara itu, usai upacara peringatan 117 tahun Perang Manggopoh, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta para Niniak Mamak mengikuti tradisi makan bajamba di Masjid Pahlawan, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Minggu (15/6).

Wali Nagari Manggopoh, Zahmas Ari mengatakan, tradisi makan bajamba ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para pejuang Manggopoh dalam mengusir penjajah dari tanah Minangkabau pada masa lalu.

“Peristiwa heroik yang terjadi 117 tahun silam dikenang tidak hanya dengan upacara, namun juga melalui adat dan budaya yang sarat makna,” ujarnya.

Sebelum prosesi makan bajamba dimulai, masyarakat terlebih dahulu mengadakan doa bersama dan syukuran, sebagai ungkapan terima kasih kepada para leluhur dan pejuang yang telah gugur membela tanah air. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Makan bajamba ini bukan hanya soal makan bersama, tetapi juga simbol kebersamaan, persatuan, dan gotong royong masyarakat kita,” ujar Zahmas Ari.

Tradisi makan bajamba sendiri merupakan budaya khas Minangkabau, khususnya di Nagari Manggopoh.

“Dalam tradisi ini, makanan disajikan secara berkelompok dan disantap bersama-sama, biasanya dalam satu dulang atau nampan besar,” jelasnya.

Kegiatan ini biasa digelar pada momen-momen penting dan untuk menjamu tamu kehormatan.

Uniknya, seluruh hidangan yang disajikan dalam acara ini merupakan hasil gotong royong masyarakat, warga saling bahu membahu menyiapkan berbagai jenis masakan dan membawanya ke lokasi acara, mencerminkan nilai kekompakan dan solidaritas yang tinggi.

Acara makan bajamba ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, dalam mengenang perjuangan para pahlawan serta melestarikan warisan budaya Minangkabau.

Di sisi lain, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa peristiwa Perang Manggopoh memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kebersamaan dan solidaritas antarwarga, tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan.

“Semoga peringatan Perang Manggopoh yang ke-117 tahun ini semakin memperkuat jati diri kita sebagai generasi penerus yang berani menegakkan kebenaran dan memerangi segala bentuk ketidakadilan,” tutupnya.

Peringatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme, mempererat persatuan, serta menjadi refleksi bagi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang membangun bangsa dan daerah. (pry)