PAYAKUMBUH/50 KOTA

SDM Andal sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

0
×

SDM Andal sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
TALKSHOW INTERAKTIF— Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengikuti talkshow interaktif bersama Universitas Terbuka (UT) Padang di Radio Harau FM 100,6 MHz, Tanjung Pati, Rabu (11/6).

POLIKO, METRO–Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengikuti talkshow interaktif bersama Universitas Terbuka (UT) Padang di Radio Harau FM 100,6 MHz, Tanjung Pati, Rabu (11/6). Dalam perbincangan yang mengusung te­ma “Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Handal dan Kompetitif” itu, Elzadaswarman menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Menurutnya, Kota Pa­ya­kumbuh yang dikenal sebagai kota pendidikan perlu terus mendorong generasi muda untuk me­ng­akses pendidikan tinggi agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kita harus mempersiapkan generasi muda untuk menjadi SDM yang unggul. Saat ini Payakumbuh memiliki delapan perguruan tinggi. Ini potensi besar yang harus dimaksimalkan,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi mahasiswa UT sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan ke se­kolah kedinasan.

“Saya pernah kuliah di UT, meski tidak sempat tamat karena melanjutkan ke sekolah kedinasan. Tapi UT memberi kesan dan pengalaman yang sangat positif. Sekarang, UT su­dah sangat kompetitif,” kata­nya.

Elzadaswarman menilai keberadaan UT sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang ini untuk meraih pendidikan tinggi secara fleksibel dan berkualitas.

“Untuk membangun SDM yang handal, sehat, dan kompetitif, kita harus menyediakan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau. UT memberikan jawaban atas kebutuhan tersebut,” tutupnya.

Dalam talkshow yang sama, Direktur UT Padang Dr. Mery Berlian, menjelaskan bahwa UT merupakan perguruan tinggi negeri yang memiliki sis­tem pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Ia menegaskan bahwa tidak ada batasan usia maupun tahun kelulusan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di UT.

“Banyak orang masih mengira UT adalah kampus swasta, padahal UT adalah perguruan tinggi negeri dan hadir di seluruh pro­vinsi di Indonesia. Se­mua program studi ham­pir seluruhnya telah terakreditasi BAN-PT,” katanya.

Ia menambahkan bahwa UT memberikan fleksibilitas penuh kepada mahasiswa dalam mengatur waktu belajar.

Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja, tanpa harus hadir secara fisik di kelas. “UT memberi kebebasan dalam mengatur waktu. Gaya kuliah di UT bisa disesuaikan dengan ke­butuhan dan ritme ma­sing-masing individu. Iba­rat­nya, santai tapi pasti,” ujarnya.

Mery juga menekankan bahwa biaya kuliah di UT relatif terjangkau jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.

Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masya­ra­kat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi namun memiliki keterbata­san biaya dan waktu. “Kita di UT tidak ada memungut uang pembangunan seperti perguruan tinggi lainnya,” pungkasnya. (uus)