AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, menjadi narasumber dalam wawancara ilmiah yang dilakukan oleh Shanty Dewi Fauzi, mantan Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Basung, pada Rabu (11/6) di Ruang Rapat Bank Nagari Cabang Lubuk Basung.
Wawancara ini merupakan bagian dari penyusunan disertasi doktoral Shanty yang kini menempuh studi di Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta.
Disertasi yang tengah digarap Shanty mengangkat tema “Model Komunikasi Pemasaran Terpadu dan Peran Pemerintah Daerah sebagai Key Opinion Leader untuk Meningkatkan Minat Menabung Masyarakat pada PT Bank Nagari.”
Dalam wawancara tersebut, Bupati Agam memberikan pandangan strategis dan komprehensif terkait peran pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi lembaga keuangan milik masyarakat Sumatera Barat itu.
“Saya secara aktif mensosialisasikan program-program Bank Nagari kepada masyarakat, bahkan tanpa ada permintaan resmi dari pihak manapun,” ujar Bupati Benni Warlis. “Sebagai bank milik bersama, Bank Nagari harus diperkuat dari segala sisi, karena perannya sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.”
Lebih lanjut, ia mendorong agar Bank Nagari berperan aktif dalam menyukseskan program-program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, seperti Negeri Creative Hub Berbasis Masjid dan Nagari Digital Masjid. Menurutnya, Bank Nagari dapat menjadi mitra penting dalam mendukung inovasi berbasis nagari yang kini tengah didorong oleh pemerintah daerah.
Namun, Bupati Agam juga menyampaikan evaluasi kritis terhadap citra dan jangkauan Bank Nagari di masyarakat. Ia menilai, bank daerah tersebut masih kalah pamor dibandingkan bank nasional yang telah menjangkau seluruh kecamatan.
“Bank Nagari perlu bertransformasi. Jangan hanya fokus pada ASN. Fasilitas dan kemudahan yang selama ini dinikmati ASN sebaiknya juga diberikan kepada masyarakat umum,” tegasnya.
Menurut Benni Warlis, perluasan layanan dan peningkatan kualitas pelayanan akan menjadikan nasabah sebagai agen promosi yang loyal dan sukarela. Ia juga mendorong Bank Nagari untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih aktif, seperti pengembangan database berbasis segmen pasar non-ASN, promosi melalui sponsorship kegiatan masyarakat, serta membangun hubungan erat dengan media massa untuk membentuk opini publik yang positif.
“Pemerintah daerah sebagai pemilik utama Bank Nagari harus mengambil peran strategis. Bahkan, figur kepala daerah pun turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bank daerah ini,” ujarnya.
Menutup wawancara, Bupati Benni Warlis menggarisbawahi pentingnya menjaga nilai budaya kekeluargaan yang telah lama terbangun antara masyarakat dan Bank Nagari. Menurutnya, nilai ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk memperkuat eksistensi dan keberlanjutan Bank Nagari ke depan.
Wawancara ini bukan sekadar kontribusi akademik, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap strategi pengembangan perbankan daerah, khususnya PT Bank Nagari. (pry)





