METRO PADANG

Semangat Kurban ASN Dinsos Padang, Hadirkan Harapan di Desaku Menanti

0
×

Semangat Kurban ASN Dinsos Padang, Hadirkan Harapan di Desaku Menanti

Sebarkan artikel ini
PENYEMBELIHAN— Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, ikut menyaksikan pemotongan sapi kurban di halaman Desaku Menanti, di Jalan Air Dingin, Balai Gadang pada Minggu pagi (8/6). Desaku Menanti adalah tempat tinggal sementara bagi warga dari keluarga kurang mampu yang sedang dalam masa pembinaan.

BALAIGADANG, METRO–Suara takbir dan aroma rumput segar menyelimuti halaman Desaku Menanti, pada Minggu pagi (8/6) kawasan pembinaan sosial di Jalan Air Dingin, Balai Gadang. Namun pagi itu bukan hari biasa.

Dua ekor sapi dan dua ekor kambing tampak di­siapkan untuk disembelih bukan di tengah kota, bu­kan di masjid besar, m­e­lain­kan di tengah ma­sya­ra­kat yang tengah berjuang bangkit.

Inilah cara Dinas Sosial Kota Padang menyambut Idul Adha tahun ini meng­ha­dirkan kurban langsung ke jantung kehidupan war­ga binaan.

Sebanyak 16 pejabat struktural dan ASN berpartisipasi dalam kurban, sebagai wujud nyata semangat berbagi dan peduli.

“Tahun ini kami ingin kurban benar-benar terasa maknanya. Bukan hanya ibadah rutin, tapi sebagai bentuk dukungan moril kepada warga yang sedang menata hidup di sini,” ujar Heriza Syafani, Kepala Dinas Sosial Kota Padang.

Ia menyebutkan bahwa hewan kurban tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya dua ekor sapi dan dua ekor kambing, yang dibagikan kepada 36 kepala keluarga di Desaku Menanti dan 30 KK dari lingkungan sekitar.

Baca Juga  Andre Rosiade Dukung Pencabutan Larangan Ekspor Benih Lobster "Dari pada Penjualan Ilegal Meraja-lela"

“Kami ingin semangat berkurban juga membangkitkan semangat hidup bagi warga. Bahwa mereka tidak sendiri, dan selalu ada tangan-tangan yang siap membantu,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang datang langsung bersama sang istri, Ny. Sri Hayati. Ia menyapa warga, menyalami satu per satu, dan ikut menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban. “Di sinilah kurban menemukan mak­na yang sebenarnya. Bu­kan hanya soal me­nyem­belih, tapi soal sema­ngat untuk bangkit bersama,” ujar Maigus Nasir.

Desaku Menanti adalah tempat tinggal sementara bagi warga dari keluarga kurang mampu yang sedang dalam masa pembinaan.

Mereka diberi waktu 3 hingga 4 tahun untuk memulai hidup baru dibimbing, dibantu, dan didampingi agar kelak mampu mandiri.

Di sudut lain halaman, Septia Eka Putri, salah satu warga Desaku Menanti, memeluk anaknya yang kegirangan melihat sapi dari dekat. Matanya berkaca-kaca, bukan karena lelah, tapi karena haru.

Baca Juga  Pasca keracunan Murid SD 29 Gunung sariak,Guru Wajib Awasi, Murid harus Bawa Bekal dari Rumah

“Dapat daging kurban itu buat kami bukan cuma soal makan. Tapi bikin kami merasa dianggap. Ada yang peduli. Ada yang datang langsung dan bilang kalian nggak sendiri,” ucapnya dengan suara bergetar.

Septia sudah dua tahun menjalani kehidupan di Desaku Menanti bersama suami dan anak-anaknya. Ia berharap, setelah masa pembinaan berakhir, ia bisa mandiri dan berdiri di atas kakinya sendiri.

“Insya Allah, ini jadi penyemangat. Saya percaya, kami juga bisa beru­bah dan sukses. Terima kasih untuk Pemko Padang dan Dinas Sosial yang su­dah berkurban buat kami,” katanya.

Hari itu, di balik potongan-potongan daging yang dibagikan, tersembunyi sesuatu yang lebih dalam rasa dihargai, harapan baru, dan semangat untuk tidak menyerah. (brm)