METRO PESISIR

Jangan Ada lagi Praktik Membakar dan Mengubur Sampah

0
×

Jangan Ada lagi Praktik Membakar dan Mengubur Sampah

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Kepala Dinas DLHPKP2 Kabupaten Padangpariaman Syofrion memberikan sambutan saat sosialisasi proyek perubahan bertajuk peningkatan partisipasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

PADANGPARIAMAN, METRO–Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padangpariaman, kemarin,  menyelenggarakan sosialisasi proyek perubahan bertajuk peningkatan partisipasi pengelolaan sampah berbasis ma­sya­rakat. Kegiatan ini melibatkan kelompok Program Kampung Iklim (Proklim), penggiat lingkungan, bank sampah, hingga pembudidaya maggot, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya yang dibuka oleh Kepala Dinas DLHPKP2 Paangpariaman Syofrion.

“Selama ini sampah dianggap tanggung jawab pemerintah, padahal sejatinya sampah adalah tanggung jawab kita sebagai penghasilnya,”katanya, kemarin.

Dia menyoroti perlunya perubahan paradigma dari sistem kumpul-angkut-buang menjadi sistem pengurangan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga. “Tidak ada lagi membakar atau mengubur sam­pah. Praktik itu hanya meng­­hasilkan senyawa berbahaya bagi kesehatan dan ling­kungan,” ujarnya

Sementara itu, narasumber  akademisi dari Universitas Ta­man­siswa Padang,  Syaifuddin Islami, menyoroti potensi eko­nomi dari pengelolaan sampah melalui pendekatan eko­nomi sirkular. Ia menyebutkan bahwa praktik seperti bank sampah, pembuatan ecoenzyme, dan budidaya maggot dapat menjadi solusi nyata di ma­sya­rakat. “Dengan pendekatan sirkular, bahan baku yang ada tidak lagi menjadi limbah, tetapi terus digunakan dan bahkan memperbaiki alam,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelompok Proklim di Kabupaten Padangpariaman, yang terdiri dari 1 Proklim Lestari, 1 Proklim Utama, dan 4 Proklim Madya. Pada tahun 2025, Pemkab Padangpariaman juga telah mengusulkan 7 lokasi kelompok Proklim untuk penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan partisipasi ma­sya­rakat dalam pengelolaan sampah semakin meningkat. Kesadaran untuk memilah, mengurangi, dan mengolah sampah dari rumah tangga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mewujudkan ling­kungan yang bersih dan berkelanjutan. (efa)