BERITA UTAMA

Respons Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Presiden dan Wakil Presiden Satu Paket

0
×

Respons Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Presiden dan Wakil Presiden Satu Paket

Sebarkan artikel ini
Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi)

SOLO, METRO–Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons isu pemakzulan terhadap putra­nya, Gibran Rakabuming Raka yang menja­bat sebagai Wakil Presiden (Wapres). Isu pemakzulan itu mengemuka setelah DPR RI dan MPR RI menerima surat dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI.

Menurutnya, surat dari Forum Purnawirawan Pra­jurit TNI merupakan ba­gian dari sebuah negara demokrasi.

“Bahwa ada yang me­nyurati seperti itu, yaitu dinamika demokrasi kita. Biasa saja, biasa. Dinamika demokrasi kan ya seperti itu. Biasa saja,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Ju­mat (6/6).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, Indonesia memiliki sistem ketatanegaraan. Karena itu, seharusnya bisa me­ngikuti proses bernegara dengan baik.

“Negara ini kan negara besar yang memiliki sistem ketatanegaraan. Ya, diikuti saja prosesnya sesuai sis­tem ketatanegaraan kita,” tegasnya.

Meski demikian, Jokowi memastikan dirinya tidak sakit hati dengan sikap para purnawirawan TNI. Ia pun menegaskan, pemili­han Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia satu paket, sehin gga menjadi satu kesatuan.

“Pemilihan presiden kemarin kan satu paket, bukan sendiri-sendiri, ka­yak di Filipina itu sendiri-sendiri. Di kita ini kan satu paket. Jadi tidak bisa me­nerima undangan tapi tidak menerima undangan. Ya memang mekanismenya seperti itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jokowi me­nekankan pemakzulan bisa dikehendaki jika pemimpin negara mempunyai kesa­lahan fatal, seperti mela­kukan praktik korupsi.

“Jadi sekali lagi sistem ketatanegaraan kita me­miliki mekanisme yang harus diikuti. Pemakzulan itu harus presiden atau wakil presiden misalnya korupsi atau melakukan perbuatan tercela atau melakukan pelanggaran berat itu baru,” pungkas­nya. (jpg)