SOLOK, METRO–Begitu besar harapan masyarakat Nagari Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok ketika Gubenur Sumbar Mahyeldi dan Bupati Solok Jon Firman Pandu datang di daerah mereka. Kegiatan yang disebut sebagai kunjungan kerja itu cukup menyibukan masyarakat setempat akan kedatangan para kepala daerah itu.
Rombongan yang berangkat dari Jorong Rimbo Data, Nagari Sungai Nanam itu nenempuh medan ekstrem berupa jalan kerikil dan bebatuan. Meski sesekali datang, setidaknya para pejabat itu merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat setempat setiap harinya selama ini.
Permintaan masyarakat pun masih sama yakni meminta agar dilakukan pembangunan jalan penghubung ke Jorong Tigo Jangko serta merenovasi sarana dan prasarana pendidikan. Karena kondisi jalan serta sarana pendidikan memang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Menyikapi permintaan masyarakat itu Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin daerah ke Nagari Sumiso merupakan bentuk perhatian dan komitmen dalam membangun wilayah perbatasan.
“Ini momen yang sangat langka dan membanggakan, karena nagari kita dikunjungi langsung oleh para tokoh baik dari Provinsi maupun Kabupaten,” ujarnya membawa harapan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, dia juga menyinggung isu blank spot yang masih terjadi di beberapa wilayah, termasuk Sumiso.Dan dia juga mengatakan pemerintah sedang menuntaskan permasalahan jaringan internet di seluruh Kabupaten Solok, termasuk Sumiso.
Mengenai usulan renovasi fasilitas pendidikan, Jon Pandu menegaskan bahwa hal tersebut akan segera diproses oleh Pemerintah Kabupaten Solok, sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mendorong pembangunan jalan penghubung melalui program TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa), mengingat kehadiran Dandim 0309 Solok dalam rombongan hari itu.
“Kami hadir bukan hanya untuk berkunjung, tapi untuk memastikan bahwa masyarakat di ujung-ujung wilayah, tetap merasakan kehadiran pemerintah. Ini bagian dari upaya merajut keadilan pembangunan di seluruh pelosok Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Mendengar apa yang disampaikan oleh gubenur dan bupati itu, masyarakat hanya bisa kembali menaruh harapan akan janji itu. Yang pasti masyarakat hanya bisa menunggu entah kapan harapan mereka akan terujud. (vko)






