AGAM/BUKITTINGGI

Shalat Ied Dipusatkan di Lapangan Wirabraja, Bukittinggi Sembelih 999 Sapi dan 50 Ekor Kambing

0
×

Shalat Ied Dipusatkan di Lapangan Wirabraja, Bukittinggi Sembelih 999 Sapi dan 50 Ekor Kambing

Sebarkan artikel ini
KHIDMAT— Pelaksanaan Shalat Idul Adha berlangsung khidmat, diikuti langsung oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota, serta unsur Forkopimda dan masyarakat Kota Bukittinggi, Jumat (6/6) di Lapangan Wirabraja.

BUKITTINGGI, METRO–Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah yang digelar Peme­rintah Kota Bukittinggi pada Jumat (6/6). Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Wirabraja dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda, serta ribuan masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi, menjelaskan bahwa Shalat Idul Adha dilaksanakan secara serentak di berbagai titik kota. Adapun yang bertindak sebagai khatib utama adalah Dr. Muhammad Kosim, M.A., Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang. Sedangkan imam Shalat Id adalah Ustaz Rusman Edi, S.Ag., M.Pd., penerima Penyuluh Agama Award Tingkat Nasional Tahun 2024.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji asal Bu­kitting­gi telah menyelesaikan wukuf di Arafah dengan lancar. Sebanyak 354 jamaah dan petugas menjalani ibadah tanpa kendala. Hari ini mereka dijadwalkan melaksanakan lontar jumrah dan melanjutkan rangkaian ibadah selanjutnya,” ujar Eri.

Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengapresiasi antusiasme umat Islam dalam menunaikan ibadah kurban tahun ini.

Ramlan juga menyampaikan data dari Dinas Pertanian Kota Bukittinggi, yang mencatat sebanyak 999 ekor sapi dan 50 ekor kambing disembelih di masjid, mushalla, dan lingkungan masyarakat.

“Jumlah ini menunjukkan meningkatnya kei­ma­nan dan kepedulian sosial masyarakat. Bahkan, hal ini menjadi indikator positif bahwa pereko­nomian masyarakat kita semakin membaik,” tambahnya.

Dalam khutbahnya, Dr. Muhammad Kosim menekankan bahwa ibadah kurban dan haji bukan sekadar ritual, namun sarat makna spiritual. Ia menyoroti kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail sebagai teladan ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan sejati.

“Qurban mengajarkan cinta kepada Allah dan membersihkan diri dari sifat buruk. Sementara haji adalah momentum pembenahan diri. Thawaf, wukuf, dan prosesi lainnya memiliki makna mendalam dalam memperkuat tauhid, ukhuwah, dan kesalehan sosial,” tuturnya. (pry)