BERITA UTAMA

Demo 100 Hari Kerja Safni-Rito, Kantor Bupati Limapuluh Kota Disegel Mahasiswa

0
×

Demo 100 Hari Kerja Safni-Rito, Kantor Bupati Limapuluh Kota Disegel Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
DEMO— Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safni-Rito.

LIMAPULUH KOTA, METRO —Mahasiswa yang me­lakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Li­mapuluh Kota, di Bukik Limau, Sarilamak, Kecamatan Harau, mengaku sangat kecewa kepada Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safni-Rito, pada Rabu pagi Rabu (4/6).

Mereka melampiaskan kekecewaaannya itu dengan melakukan penyegelan kantor Bupati Limapuluh Kota. Puluhan masa yang berasal dari kampus Politeknik Pertanian Payakumbuh di Tanjung Pati, kecewa karena Bupati dan Wakil Bupati tidak berada di tempat.

Di depan Kantor Bupati Limpauluh Kota itu, mereka membentangkan span­duk bertuliskan “Gedung Ini Disegel oleh Mahasiswa PPNP. Wanted Bupati Limapuluh Kota”.

Semula, mahasiswa hen­dak memasang span­duk itu di depan pintu masu­k utama gedung Bupati Li­ma­puluh Kota. Namun keinginan mereka dihambat oleh aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi pagi itu. Meski sempat saling bersitegang dengan aparat karena mahasiswa hendak menerobos memasang spanduk kedepan pintu masuk gedung.

Namun, akhirnya mahasiswa memilih membentangkan spanduk itu dengan memegang saja. Sebelumnya dalam orasinya mahasiswa menyebut ti­dak ada langkah kongkrit yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safni-Rito selama masa 100 hari kinerjanya memimpin Limapuluh Kota.

“Tidak ada langkah kong­krit, tidak ada bupati yang menemui kita, apakah Bupati kita pengecut. Kita sam­paikan keresahan, kegelisahan, tapi bupati tidak mau menemui kita kawan-kawan. Bupati sekarang berbeda dari yang sebelumnya, tidak mau menemui kita kawan-kawan,” ucap salah seorang orator dalam aksinya.

Rozi, salah seorang orator menyebut dulu 2021-2026 banyak kajian yang disusun, antaranya Sarilamak dijanjikan jalur dua tapi tidak dikerjakan. Korupsi seragam sekolah di dunia pendidikan banyak merugikan negara. Kemudian janji lahan 20 ribu hektare tapi hanya 6 ribu hektare.

Selain itu mahasiswa juga menyorot masalah di sektor pertanian, masalah IKK, audiensi saja dengan dinas sulit. Pungli masuk objek wisata, jalan Galuguah, murahnya harga komoditi gambir dan berbagai persoalan lainnya yang tidak terselesaikan. Mereka juga menyinggung sekaligus mempertanyakan kinerja aparat hukum di Limapuluh Kota.

“Kita pertanyakan kinerja aparat hukum Limapuluh Kota. Tambang galian C, tanah diserobot, pohon-pohonnya ditebangi, rokok ilegal, kemana aparatur hukum,” sebut mahasiswa dalam orasinya.

Pada kesempatan itu mahasiswa juga membawa berbagai spanduk dengan beragam tulisan di antaranya, “Janji Tinggal Janji”, “Umbar Janji, Pembuktian Sulit”,”Harga Gambir murah, petani resah” ,”100 hari 100 pertanyaan Tanpa jawaban”.

“Kami hanya ingin mendengar suara bupati dan wakil bupati,” ucap mahasiswa.

Plh Sekda Limapuluh Kota, Davli yang menemui mahasiswa, menyampaikan kepada wartawan bahwa Bupati Limapuluh Kota Safni, sedang tidak berada di Kantor karena acara penutupan TMMD bersama Gubernur Sumbar, Dan­rem di Harau. Sementara Wakil Bupati Limap­u­luh Kota, Ahlul Badrito Resha, sedang berada di Kota Padang mengikuti acara terkait karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

“Kita sudah sampaikan kepada mahasiswa kalau Bupati ada acara penutupan TMMD di Harau. Dan Wakil Bupati mengikuti kegiatan di Padang terkait karhutla,” ungkap Davli, kepada wartawan didampingi Kadiskominfo Joni Amir.

Seratusan Mahasiswa Demo Kantor Wali Kota Payakumbuh

Seratusan mahasiswa se-Payakumbuh pada siang hari juga melakukan aksi damai dalam rangka 100 hari kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Payakumbuh, di Balai Kota. Mahasiswa memulai aksi dari tugu Adipura Payakumbuh, kemudian berjalan kaki menuju Balai Kota Payakumbuh.

Mahasiswa juga menyinggung soal pengelolaan sampah, karena dulu Payakumbuh adalah Kota pe­ra­ih Adipura. Kemudian mahasiswa juga menyebut akhir-akhir ini persoalan pelecehan seksual meningkat, mereka juga meminta Wali Kota untuk menutup  semua tempat hiburan malam (THM), serta sejumlah persoalan lainnya. (uus)