METRO SUMBAR

Setiap Daerah dan Perkotaan, Permasalahan Sampah Menjadi Momok

0
×

Setiap Daerah dan Perkotaan, Permasalahan Sampah Menjadi Momok

Sebarkan artikel ini
TINJAU— Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, meninjau lokasi bersama Asisten II Elfis Candra, Tim Ahli Yofan Syarif dan Tim Jajaran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH).

PARIAMAN, METRO–Permasalahan sampah memang menjadi momok bagi setiap daerah dan perkotaan, apalagi Peme­rintah Pusat memulai penutupan praktik 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping atau yang melakukan pembuangan sampah secara terbuka dan salah satunya adalah TPA di Tungkal Selatan, Kota Pariaman.

“Hari ini, kita meninjau beberapa fasilitas pengelolaan sampah yang telah diterima oleh Pemerintah Kota Pariaman, bantuan dari pemerintah pusat, baik yang diserahkan ke Pemko Pariaman maupun pe­ngelolaanya di Desa, agar seluruh fasilitas tersebut, dapat kita berdayakan,” ujar Wakil Wali Kota  Pa­riaman Mulyadi, kemarin, usai  meninjau tempat tersebut, bersama Asisten II Elfis Candra, Tim Ahli Yofan Syarif dan Tim Jajaran Dinas Perumahan Rak­yat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Per­kim LH) serta Tokoh Masyarakat setempat.

Ada beberapa lokasi yang ditinjau antara lain Fasilitas Pusat Daur Ulang (PDU) Kota Pariaman, yang berlokasi di Desa Tungkal Utara, Kecamatan Pariaman Utara,yang merupakan bantuan dari Kemen­terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Tahun 2021.

Kemudian ada Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Balai Indah, Desa Balai Naras, Kecamatan Pariaman U­tara, bantuan dari Kementerian PUPR melalui Kotaku dan swadaya masyarakat di tahun 2022. Serta TPS 3R KSM Berkah Nyato Desa Batang Kabung dan TPS 3R KSM 7 Suku Desa Koto Marapak yang ada di Kecamatan Pariaman Timur, bantuan dari Kementerian PUPR di tahun 2022 dan tahun 2021.

“Hampir semua fasilitas yang telah kita dapatkan ini, tidak diberdayakan, karena itu, untuk TPS 3R yang ada di desa, akan kita adakan pendampingan dan pelatihan, agar desa dapat mengelolanya, sedangkan PDU yang ada di Desa Tungkal Utara ini, akan kita maksimalkan untuk dapat beroperasional, apalagi kemampuan de­ngan fasilitas yang ada disini berkapasitas 10 Ton/Hari, sehingga dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kota Pa­riaman,” tukasnya.

Dengan adanya PDU dan TPS 3R di Kota Pariaman, menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan, dengan fo­kus pada reduksi, penggunaan ulang, dan daur u­lang sampah, apalagi saat ini, terdapat TPS 3R dan Bank Sampah yang bekerjasama untuk mengelola sampah organik dan anorganik. “Kunjungan ini a­dalah langkah kita kedepan untuk mengoptimalkan semua fasiltas dan alat-alat yang ada, dan juga kita akan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten dan mengerti tentang pe­ngelolaan dan penggu­naan alat yang ada ini, dan ini sangat mendesak agar dapat kita laksanakan,” ung­kapnya.

Mantan Anggota DPRD 3 Periode ini juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman akan sangat merugi apabila ti­dak memaksimalkan semua alat dan fasilitas yang telah didapat dari pusat ini, apalagi alat-alat yang di­beri sangat canggih dan sangat berguna sekali da­lam pemilahan sampah, ucapnya mengakhiri. (efa)