SURAUGADANG, METRO–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada keluarga yang terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Insiden ini, yang melanda sebuah rumah pada Senin (2/6) sekitar pukul 18.35 WIB, menyebabkan tiga keluarga dengan total tujuh jiwa kehilangan tempat tinggal.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara langsung menyerahkan bantuan darurat kepada para korban. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok seperti makanan, peralatan tidur, perlengkapan dapur, serta alat-alat kebersihan.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah untuk meringankan beban korban selama masa tanggap darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menyampaikan rasa simpati dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah musim kemarau yang rentan memicu insiden api.
“Kita harus lebih berhati-hati dan memastikan instalasi listrik serta sumber api lainnya aman untuk mencegah kejadian serupa,” tegas Maigus.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padang menekankan kesiapsiagaan penuh lembaganya dalam menghadapi berbagai jenis bencana.
“BPBD Kota Padang selalu siap siaga 24 jam untuk merespons setiap laporan bencana. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan bergerak cepat dalam penanganan darurat,” ujarnya.
Pihak BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan keadaan darurat atau insiden bencana melalui jalur komunikasi yang telah disediakan.
Masyarakat dapat menghubungi call center BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775 atau melalui WhatsApp di nomor 085891522181.
Ledakan di Dapur
Diketahui, kebakaran diduga berawal dari ledakan di dapur ini menyebabkan satu orang mengalami luka bakar dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan laporan kejadian tersebut. Laporan masuk ke Damkar pada pukul 17.58 WIB, dan unit pemadam langsung bergerak cepat tiba di lokasi pukul 18.04 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.05 WIB.
Menurut kronologi kejadian, saksi bernama Ilvan (60 tahun) yang juga merupakan RW setempat, mendengar adanya ledakan dari arah dapur rumah yang kemudian menimbulkan api besar. Ia segera melaporkan kejadian ini ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Objek yang terbakar adalah satu rumah hunian dan dua kamar kontrakan milik Jusmar (70 tahun), seorang wiraswasta. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 10×20 meter persegi. Sebanyak lima anggota keluarga pemilik rumah dan dua anak kost terdampak musibah ini.
Tragisnya, satu korban bernama Defri Muslianto (39 tahun), mengalami luka bakar di bagian kaki dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan tidak ada warga yang mengungsi.
Meskipun demikian, kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp500 juta berdasarkan informasi dari pemilik. Damkar Kota Padang berhasil menyelamatkan sejumlah dan mencegah api merambat ke enam bangunan lain di sekitar lokasi yang padat perumahan dengan akses jalan yang sempit.
Untuk memadamkan api, Damkar Kota Padang mengerahkan 6 unit armada dan 80 personel. Di lokasi kejadian, petugas Damkar berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Kota Padang, PLN, TNI, Polri, PMI, Camat Nanggalo, dan Ambulans Zakat. (ren)






