SUTOMO, METRO–Berkali-kali mengalami penundaan, akhirnya program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di Kota Padang. Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung pelaksanaan program nasional ini di SMPN 8 Padang, Selasa (3/6).
Dalam kunjungannya, Wali Kota Fadly Amran menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya program prioritas nasional ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh untuk mendukung inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
“Kita senang sekali, kegiatan prioritas dari Bapak Presiden Prabowo Subianto berupa makan bergizi gratis ini dapat dijalankan di Kota Padang. Ini berkat kerja keras dan kolaborasi dari BGN, Forkopimda, BBPOM, dinas terkait, dan para kepala sekolah,” ujar Fadly Amran.
Fadly menjelaskan bahwa saat ini program MBG telah berjalan di 11 sekolah di Kota Padang, yang didukung oleh satu dapur milik Yayasan Asmaul Kalidamang. Ia juga mengungkapkan bahwa program ini akan terus diperluas, mengingat 7 dapur tambahan telah siap menyusul dalam waktu dekat.
“Tentu ini masih bagian kecil dari target kita, karena program ini ditargetkan akan mencakup lebih dari 100 sekolah di Kota Padang,” katanya.
Lebih lanjut Wali Kota Padang ini menyampaikan, selain memberikan manfaat langsung terhadap kesehatan dan gizi anak-anak, program ini juga sangat berdampak positif terhadap ekonomi kerakyatan. Pemerintah pusat juga telah memberikan dukungan dana awal (down payment) untuk operasional program ini di daerah.
“Terkait kualitas, kami pastikan bahwa makanan yang diberikan telah melalui uji rasa dan standar gizi yang baik. Bahkan, cita rasa yang dihasilkan oleh para tenaga dapur sangat luar biasa, tak kalah dengan makanan restoran,” tambah Fadly Amran yang dalam kesempatan ini juga mencoba MBG ini.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Asmaul Kalidamang Parak Karakah Doly Andhika menyampaikan, bahwa kegiatan MBG hari ini berjalan dengan lancar.
“Kita sudah tidak uji coba lagi, kita sudah operasional secara resmi. Untuk hari ini sebetulnya target distribusi MBG ini ada 11 sekolah, karena ada satu sekolah yang sudah libur maka hanya ada 10 sekolah, terdiri dari 1 SMP (SMPN 8), 5 Sekolah Dasar (SD), dan 4 Taman Kanak-Kanak,” sebutnya.
“Menu makanan hari ini antara lain nasi putih, ayam saus tiram, tahu goreng, tumis toge sawi putih, dan jeruk. Menu akan berganti setiap hari, dengan bahan-bahan yang disuplai oleh UMKM lokal, demi mendukung roda ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, siswa SMP Negeri 8 Padang antusias menyambut pelaksanaan MBG yang digagas pemerintah pusat. Salah seorang siswi, Widia mengaku senang dengan menu makanan yang disediakan.
“Makanannya enak dan porsinya pas. Semoga program ini terus berlanjut dan bisa melahirkan generasi emas nantinya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menyampaikan bahwa idealnya Kota Padang memiliki sekitar 80 dapur MBG.
“Saat ini tujuh dapur dalam tahap proses, dan enam dapur sedang dalam pendirian. Untuk SMPN 8 sendiri, program MBG menyasar sekitar 500 siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, satu dapur MBG dapat melayani 3.000 hingga 3.500 orang, yang nantinya menyasar siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Insya Allah akan menyusul dapur-dapur MBG lainnya untuk menyukseskan program nasional ini,” tutupnya.
Hadir dalam kesempatan ini, Komandan Kodim 0312/Padang, Letkol Inf Ferry Adianto, Kepala BBPOM Padang Hilda Murni, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, pimpinan OPD terkait, dan unsur terkait lainnya. (brm)






