AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menurunkan tim khusus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap capaian pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di 92 nagari yang tersebar di 16 kecamatan.
Langkah ini bertujuan memastikan pelaksanaan pemungutan pajak berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang menghambat pencapaian tersebut.
“Tim kami telah diturunkan ke seluruh nagari guna melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian PBB P2,” ujar Kepala Bapenda Agam, Endrimelson, di Lubuk Basung, Senin (2/6).
Dalam pelaksanaannya, tim Bapenda bekerja sama dengan pemerintah nagari dan perangkat kecamatan. Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada optimalisasi penerimaan pajak, tetapi juga memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses pelaksanaan.
Menurut Endrimelson, kegiatan monitoring ini sangat penting untuk memastikan tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka. Melalui pemantauan yang cermat, Bapenda berharap capaian PBB P2 dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ia menjelaskan bahwa monitoring di lapangan menemukan berbagai data penting, termasuk permasalahan dalam distribusi dan pengisian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), serta progres capaian PBB P2 per nagari.
Selain itu, tim juga menemukan beberapa permasalahan teknis, seperti Nomor Objek Pajak (NOP) yang tercatat ganda, NOP milik fasilitas umum, serta NOP yang tidak memiliki objek pajak yang jelas. “Seluruh temuan ini akan ditindaklanjuti secara sistematis agar tidak menjadi hambatan dalam pencapaian target,” tegasnya.
Hasil dari kegiatan monitoring ini akan dituangkan dalam Laporan Monitoring dan Evaluasi PBB P2, yang akan menjadi dasar bagi Bapenda Agam dalam menyusun langkah-langkah perbaikan di tingkat nagari.
Endrimelson optimistis bahwa dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, penerimaan dari sektor PBB P2 akan meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa memetakan langsung kendala di lapangan. Semua temuan akan segera ditindaklanjuti agar target capaian PBB P2 dapat tercapai sesuai rencana,” pungkasnya. (pry)






