BERITA UTAMA

Ratusan Nelayan Air Haji Barat Geruduk Kantor DPRD Pessel, Sampaikan 7 Tuntutan, Desak Turunkan Novermal

1
×

Ratusan Nelayan Air Haji Barat Geruduk Kantor DPRD Pessel, Sampaikan 7 Tuntutan, Desak Turunkan Novermal

Sebarkan artikel ini
UNJUK RASA— Ratusan masyarakat melayan Nagari Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pessel, melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Pessel.

PESSEL METRO–Ratusan nelayan Nagari Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Pesisir Selatan (Pessel) Senin (2/6). Mereka menyampaikan tuntutan untuk  menurunkan Anggota DPRD Pessel, Novermal.

Aksi damai tersebut disinyalir dan diduga dipicu akibat kekecewaan nela­yan setempat terhadap Novermal yang dinilai ma­sif menggiring isu dan opini ke publik dan kemudian diduga turut serta mela­porkan nelayan setempat kepada pihak terkait se­putar penggunaan alat tangkap ikan lampara das­ar di wilayah itu.

Berbagai pesan dan aspirasi yang disampaikan oleh nelayan dengan meng­gunakan kertas folio, dengan bertuliskan berbagai ma­cam pesan. Salah satu yang menarik adalah narasi “Turunkan Novermal se­bagai anggota dewan per­wakilan Rakyat Daerah Pesisir Selatan,”.

Tidak hanya dituliskan, aspirasi tersebut juga di­sampaikan secara lang­sung oleh koordinator aksi dengan menggu­na­kan pengeras suara. Mereka menyampaikan tujuh tuntutan dalam aksi demo tersebut.

Pertama, mereka me­min­ta keadilan  ketua DP­RD Pessel atas kebijakan Novermal. Kedua, mereka meminta penjelasan ter­kait status Novermal seba­gai anggota DPRD Pessel atau wartawan.

Ketiga, mereka me­min­ta untuk menghentikan membuat berita hoaks di media sosial oleh Nover­mal. Keempat, mereka me­minta turunkan Nover­mal sebagai Anggota DPRD Pessel. Kelima, mereka menilai Novermal telah membuat resah ma­sya­rakat nelayan. Keenam, Novermal telah melum­puhkan ekonomi ma­sya­rakat nelayan. Ketujuh, Novermal jangan tumpah tindih sebagai anggota DPRD Pessel.

Aksi damai di depan kantor DPRD Pessel men­dapatkan pengamanan da­ri personel Polres Pessel dan Satpol PP dan Damkar Pess­el. Usai beorasi ham­pir setengah jam, kurang lebih sepuluh orang per­wakilan masyarakat nela­yan di terima sekretariat DPRD Pessel untuk be­raudensi dengan unsur pimpinan DPRD Pessel, serta anggota DPRD Pessel Dapil IV.

Hadir bertatap muka perwakilan masyarakat nelayan, Ketua DPRD Pes­sel Darmansyah, Wakil Ke­tua Ermizen, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ib­rahim, Ketua Komisi II DP­RD Pessel Rinaldo , Ke­pala OPD, Asis­ten dan anggota DPRD Pes­sel Dapil IV, salah sa­tunya Novermal.

Ketua DPRD Pessel Dar­­mansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada masyarakat nelayan setempat telah menyam­paikan aspirasi serta tun­tutanya secara tertib, dan lancar.

“Pertemuan ini tidak lain dan tidak bukan untuk mencari jalan terbaik dan solusi dari apa menjadi tuntutan masyarakat nela­yan,” tegas Darmansyah.

Sebagai bagian dari rakyat, kata Darmansyah, DPRD Pessel akan men­dengar, menampung apa menjadi tuntutan masya­rakat nelayan untuk disam­paikan di tingkat yang lebih tinggi.

“Seperti diketahui ber­sama masalah kelautan ke­wenanganya berada di Pro­vinsi. Tentunya kita akan tindak lanjuti sesuai kewe­nangan yang melekat pada DPRD Pessel,” ujar­nya.

Terkait anggota DPRD Pessel Dapil IV Novermal, ungkap Darmansyah, jika ada kesalahan sebagai Novermal sebagai anggota DPRD Pessel akan dibahas di tingkat Badan Kehor­matan DPRD Pessel.

Sementara itu, koor­dinator aksi. Nasdianto (50) di hadapan Ketua DPRD dan Wakil Bupati me­nyam­paikan apa menjadi mak­sud dan tujuan aksi damai kali itu. Pada pertemuan itu, Nasdianto menyampaikan langsung tuntutan mereka.

Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim pada awak media me­nyam­paikan, apa menjadi tuntutan dan apa yang menjadi permasalahan masyarakat nela­yan telah sama-sama di­dengar.

“Pemerintah Kabu­pa­ten Pesisir Selatan, akan menampung dan mem­perjuangkan apa menjadi harapan masyarakat nela­yan. Untuk disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sum­bar. Terkait penggunaan lampara dasar, nelayan sudah memahami lampara dilarang. Namun de­mikian, karena sudah kea­rifan lokal maka menjelang memperoleh alat tangkap ikan yang ramah ling­ku­ngan, kita bersama bisa sa­ling menjaga dan ber­sa­bar,” tegas Risnaldi.

Ia juga telah meminta pada kepala Dinas Peri­kanan Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat melakukan koodinasi de­ngan dinas terkait di Pro­vinsi Sumbar, agar se­gera mendapatkan solusi terbail untuk kesehe­jate­raan ma­syarakat Pesisir Selatan.

“ Kita telah sampaikan pada Camat dan Wali Na­gari setempat bisa mem­berikan edukasi pada ma­syarakat nelayan. Salah satunya pengalihan alat tangkap ikan. Kita dari Pemda Pessel akan mem­perjuangkan hal itu,” ucap Wabup.

Dengan dukungan dari anggota DPRD Pessel, khu­susnya Dapil IV sepakat untuk menganggarkan da­na pokirnya  untuk penga­lihan alat tangkap mini trowl.

Sementara itu No­ver­mal Anggota DPRD Pessel Dapil IV (Partai PAN) me­nyampaikan, sebelum per­masalahan ini mencuat ke media pada tahun ini, per­masalahan itu sebelumnya pernah disampaikan, na­mun juga belum pernah membahas di tingkat DPRD.

“Secara kelembagaan belum pernah, Pada tahun 2014 sudah pernah, 2018 sudah. Bahkan sampai ting­kat kecamatan, namun be­lum ada penyelesaian, “ tegasnya.

Novermal juga me­nyo­r­oti lemahnya pemerintah daerah bersama OPD ter­kait untuk membahas ma­salah mini trowl tersebut. Pada intinya apa dilaku­kanya bukan ada kepen­tingan apa-apa, semua dila­kukan itu untuk kepen­ti­ngan masyarakat nelayan ke depanya.

Tanggapan juga datang dari Anggota DPRD Pessel Dapil IV Harianto ( Partai Gerindra) yang berharap pada Pemkab Pesisir Se­latan bersama OPD terkait untuk segera mencari so­lusi terbaik dari masalah ini.

Hampir dua jam lebih perwakilan masyarakat nelayan beraudensi de­ngan pimpinan DPRD Pes­sel dan Wakil Bupati Pes­sel. Dari audensi tersebut antara Pemkab Pessel, DPRD Pessel dan masya­rakat nelayan bersama-sama untuk sabar diri, saling menjaga sambil menunggu keputusan dari pemerintah Provinsi Sum­bar, dari permasalahan alat tangkap ikan mini trowl.

Terlihat Novermal ber­diri dari kursi mendatangi satu persatu perwakilan masyarakat nelayan, dan berjabat tangan, diikuti pimpinan DPRD Pessel. (rio)