BERITA UTAMA

Ultimatum Pejabat Negara, Prabowo: Tak Mampu Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan

0
×

Ultimatum Pejabat Negara, Prabowo: Tak Mampu Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan

Sebarkan artikel ini
PIDATO— Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila.

JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto meng­imbau jajaran Menteri dan Lembaga Kabinet Merah Putih untuk mengundurkan diri, jika tidak mampu menjalankan tugas­nya sebelum diberhentikan. Prabowo tidak menginginkan, anggaran negara disele­wengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia, semua penyelewengan, se­mua kebocoran harus ber­henti, semua pejabat yang tidak mampu melak­sanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya ber­hentikan,” kata Prabowo saat me­nyam­paikan sam­butan dalam Upacara Pe­ringatan Hari La­hir Panca­sila di Gedung Pan­casila, Jakarta, Senin (2/6).

Prabowo mengingat­kan, kekayaan alam Indonesia yang amat besar perlu dijaga. Ia mengi­ngat­kan, mental para elite peja­bat untuk tidak terus me­lakukan penyelewengan.

“Saya sebagai Presi­den RI melihat masih terla­lu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak ko­rupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksa­nakan justru di tubuh pe­merintahan, di tubuh ke­kua­saan,” ucap Prabowo.

Baca Juga  Alami Kecelakaan, Dua Kurir Kedapatan Bawa 11 Kg Ganja saat Dirawat

Karena itu, Prabowo mengingatkan para elite pejabat yang mendapat amanah dari rakyat untuk bisa menjalankan nilai-nilai dasar Pancasila dalam se­tiap aktivitasnya. Ia meng­harapkan, para pejabat bisa memperbaiki dirinya masing-masing.

“Marilah kita menggu­nakan momentum ini untuk memperbaiki diri untuk memperbaiki sistem kita masing-masing, saya pada kesempatan ini ingin me­nyampaikan justru di hari besar ini, saya sebagai man­dataris rakyat, saya telah disumpah di hadapan rak­yat untuk meneggakkan UUD dan insyaallah saya akan melaksanakan sum­pah tersebut dengan tidak ragu-ragu,” tegas Prabowo.

Meski demikian, Pra­bowo memahami, setiap pemimpin bangsa mem­punyai kelemahan dan kesalahan. Namun, ia me­ngingatkan untuk tidak lupa dengan jasa-jasa para pe­mimpin bangsa.

Baca Juga  Tunda Kehamilan pada Masa Pandemi

“Janganlah kita lupa se­kali-kali jangan kita lupa jasa-jasa mereka, prestasi-prestasi mereka sambil kita belajar dari kekura­ngan ke­kurangan mereka wujud ke­setiaan kita kepada Pan­casila, wujud kesetiaan kita kepada NKRI adalah selu­ruhnya terutama para pe­mimpin di pusat, pemimpin di provinsi pemimpin di kab/kota pemimpin di desa, jaga ke­percayaan rakyat jangan me­nipu rakyat, jaga keka­yaan rakyat, jangan mencuri dari kekayaan rakyat,” cetusnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau jika tidak mam­pu mengelola keka­yaan bangsa Indonesia untuk tidak masuk ke dalam pemerintahan.

“Kalau tidak mampu jangan masuk ke peme­rintahan, kalau tidak mam­pu jangan menerima man­dat dari rakyat,” pung­kasnya. (jpg)