BERITA UTAMA

Sapi 1 Ton Milik Peternak Dharmasraya Masuk Daftar Kurban Presiden

0
×

Sapi 1 Ton Milik Peternak Dharmasraya Masuk Daftar Kurban Presiden

Sebarkan artikel ini
SAPI KURBAN— Sapi milik Jakimin dan Suroso, kakak beradik asal Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, diusulkan menjadi hewan kurban milik Presiden RI, Prabowo Subianto.

DHARMASRAYA, METRO–Sebuah kebanggaan be­sar dirasakan warga Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dhar­masraya, Sumatera Barat. Seekor sapi jenis simental milik dua kakak beradik, Jakimin dan Suroso, diu­sul­kan sebagai hewan kurban milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Iduladha tahun ini.

Sapi berukuran jumbo dengan bobot mencapai 1.021 kilogram atau lebih dari satu ton itu berasal dari Jorong Padang Bintungan. Jakimin dan Suroso yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak, mengaku sangat terkejut sekaligus bangga saat mendapat kabar dari Dinas Peternakan Kabupaten Dharmasraya.

“Saya sangat kaget dan gembira ketika diberi tahu bahwa sapi kami diusulkan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Ini sebuah kehormatan besar bagi keluarga kami,” ujar Jakimin saat ditemui awak media.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, membenarkan bahwa sapi milik Jakimin dan Suroso menjadi kandidat untuk kurban Presiden. Pi­hak­nya telah menurunkan tim Penyuluhan Kesehatan Hewan untuk memastikan kon­disi dan perawatan sapi ter­sebut tetap optimal hing­ga hari penyembelihan.

“Ini adalah kali pertama sapi dari Dharmasraya diusulkan untuk kurban Presiden. Kami tentu merasa bangga dan akan terus mendampingi pemilik sapi hingga proses penyerahan,” kata Darisman.

Kebanggaan serupa juga diungkapkan oleh Wali Nagari Sialang Gaung, Aries Gunawan, yang didampingi Sekretaris Nagari. Ia menilai momen ini akan menjadi motivasi bagi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tim Presiden dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas perha­tian ini. Semoga ini menjadi penyemangat bagi peternak lain untuk terus ber­kembang dan memberi dam­pak positif bagi eko­nomi masya­rakat,” tutur Aries Gunawan.

Kisah sukses Jakimin dan Suroso menjadi bukti bahwa kerja keras di bidang peternakan dapat membuahkan hasil besar, bahkan hingga mendapat pengakuan di tingkat nasional. (cr1)