METRO PADANG

Bank Nagari Ingatkan Bahaya Klik Gambar WhatsApp dan Modus Baru Penipuan Online

1
×

Bank Nagari Ingatkan Bahaya Klik Gambar WhatsApp dan Modus Baru Penipuan Online

Sebarkan artikel ini
PENIPUAN ONLINE— Bank Nagari tak bosan mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para nasabah, untuk berhati-hati terhadap kejahatan digital perbankan. Terbaru, nasabah dan masyarakat umum diminta untuk tidak sembarangan mengklik gambar yang dikirim melalui aplikasi seperti pesan instan WhatsApp, terutama dari nomor yang tidak dikenal.

PEMUDA, METRO–Bank Nagari tak bosan meng­ingat­kan kepada masyarakat, khususnya para nasabah, untuk berhati-hati terha­dap kejahatan digital perbankan. Ter­baru, Bank Nagari mengingatkan seluruh nasabah dan masyarakat umum untuk tidak sembarangan mengklik gambar yang dikirim melalui apli­kasi seperti pesan instan WhatsApp, terutama dari nomor yang tidak dikenal.

Hal ini menyusul maraknya modus penipuan digital melalui tautan berbahaya yang disisipkan dalam bentuk gambar.

Salah satunya apa yang dialami oleh nasabah perbankan di Aceh baru-baru ini, yang mana nasabah itu menjadi korban modus kejahatan keuangan yang meminta data pribadi nasabah seperti NIK, NPWP dan sebagainya melalui telpon kepada para penel­pon yang mengaku dari instan­si tertentu.

Melihat kondisi itu, Di­rek­tur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan pihaknya terus berupaya aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap serangan siber, khususnya yang menyasar perangkat pribadi seperti ponsel.

“Modus penipuan seka­rang semakin canggih. Gam­­bar yang kelihatannya biasa saja bisa berisi link palsu dan virus. Jika diklik, pelaku bisa mencuri data pribadi, termasuk kode OTP, password, bahkan bisa me­la­kukan transaksi tanpa se­­pengetahuan pemilik akun,­” ujar Gusti Candra.

Ia menegaskan, edukasi semacam ini sangat penting dalam mencegah kerugian finansial yang sering dialami nasabah akibat kurangnya kewaspadaan terhadap ancaman digital.

Senada dengan itu, Di­rek­tur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, manambahkan, sebagai langkah pencegahan, Bank Nagari membagikan beberapa tips aman agar masya­ra­kat tidak menjadi korban penipuan.

Baca Juga  4.875 Balita dan Anak-Anak Terindikasi Stunting

Pertama, jangan klik gambar dari orang yang tidak dikenal. Kemudian, gunakan antivirus yang terpercaya di perangkat yang digunakan.

“Nonaktifkan fitur unduhan otomatis foto dan video di WhatsApp dan segera laporkan dan blokir nomor mencurigakan,” katanya.

Ia juga mengimbau ma­sya­rakat untuk terus meningkatkan literasi digital dan tidak segan berkonsultasi atau melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak bank.

“Kami dari Bank Nagari siap membantu dan melindungi nasabah. Keamanan transaksi adalah prioritas kami,” tuturnya.

Bank Nagari juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan menyebarluaskan informasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ke­ama­nan digital, terutama di era serba online saat ini.

Untuk diketahui, penipuan baru lewat WhatsApp kini bukan lagi melalui tautan atau kode OTP, namun juga melalui gambar. Peretas menyisipkan perangkat lunak berbahaya dalam berkas gambar yang tampaknya tidak berbahaya.

Sebagai bukti kasus, seorang warga di Jabalpur, India, kehilangan hampir 2 lakh atau setara Rp 40 juta se­telah mengunduh gambar yang terinfeksi ini. Whats­­App berencana me­ng­­hadirkan pembaruan un­tuk mengatasi ancaman tersebut.

Cara kerja penipuan ini yakni peretas mengguna­kan teknik bernama steganografi, yaitu dengan me­nyem­bunyikan malware dalam gambar yang terlihat biasa.

Namun ketika gambar yang telah disisipkan malware ini dibuka, malware akan langsung aktif dan menginstal dirinya sendiri di perangkat.

Baca Juga  Pimpin Padang, Iqbal-Amasrul Dapat Dukungan dari Mahyeldi-Emzalmi

Malware ini dapat mencuri kata sandi yang tersimpan, kode OTP, data rekening, hingga melakukan transaksi tidak sah tanpa sepengetahuan pengguna. Hasil penyelidikan dari kasus seorang warga di Jabalpur menunjukkan bahwa malware menyusup ke pon­sel melalui berkas gam­bar, yang menunjukkan betapa berbahayanya serangan ini.

Untuk mencegah penipuan ini direkomendasikan kepada masyarakat untuk menggunakan perangkat antivirus pada perangkat yang digunakan. Hindari melihat media yang diterima di Whatsapp melalui WhatsApp Web atau Desktop.

Lalu, nonaktifkan unduhan otomatis. Jika Anda menerima foto, video, atau catatan suara yang tidak dikenal dari nomor yang tidak dikenal, jangan mengunduhnya dan batasi undangan grup.

Jangan berbagi informasi sensitive kepada pihak yang tidak dikenal serta senantiasa waspada dan tidak mengunduh berkas media dari pengguna tak dikenal di WhatsApp.

Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari Tasman menekankan pentingnya peran aktif nasabah dalam menjaga ke­ama­nan transaksi.

Melalui langkah-langkah ini, Bank Nagari berharap nasabah dapat tetap bertransaksi dengan aman dan merasa nyaman tanpa takut menjadi korban penipuan digital yang semakin marak.

“Lindungi keuangan dengan kehati-hatian da­lam setiap transaksi. Jika menemukan hal mencu­ri­ga­kan atau membutuhkan bantuan, segera hu­bungi Na­gari Call di 150234,” pungkasnya.  (rel)