METRO PADANG

Wamendagri Bima Arya Naik Trans Padang Menuju Istana Gubernur

0
×

Wamendagri Bima Arya Naik Trans Padang Menuju Istana Gubernur

Sebarkan artikel ini
NAIK TRANS PADANG— Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, menaiki Trans Padang di depan gedung Youth Center Aziz Chan, menuju Istana Gubernur untu mengikuti peluncuran dan dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kekurangan Kopdeskel Sumatera Barat, Kamis (29/5).

PADANG, METRO–Bus Trans Padang sudah lama beroperasi. Selama beroperasi, baru kali ini dinaiki seorang wakil menteri.

Adalah Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya yang merasakan naik kendaraan massal di Padang itu. Kedatangannya di Padang, Kamis (29/5) tidak saja me­ngi­kuti peluncuran dan dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kekurangan Kopdes­kel Sumatera Barat. Akan tetapi juga menaiki bus Trans Padang.

Pagi Kamis itu, Bima Arya memang tidak menggunakan kendaraan dinasnya untuk sampai di Istana Gubernur Sumatera Barat di Jalan Sudirman. Wamendagri itu berjalan kaki dari Masjid Agung Nurul Iman menuju halte Trans Padang di depan Gedung Youth Center di jalan Bagindo Aziz Chan.

Bima Arya berjalan kaki sejauh itu untuk mencapai halte Trans Padang. Dengan langkah kaki tergesa-gesa, Bima Arya menuju koridor utama.

Di atas bus Trans Pa­dang, Bima Arya duduk persis di belakang sopir. Keberadaannya tidak begitu kontras. Karena Bima memang terlihat bersahabat dan menyapa setiap penumpang yang ada di dalam bus.

“Kita harus tangguh dan ikut merasakan keseharian warga,” ungkap Bima Arya di atas bus Trans Padang.

Bima Arya mengguna­kan uang elektronik saat naik Trans Padang. Kartu uang elektronik diserahkan ke pramugari untuk kemudian dilakukan transaksi elektronik. Bima Arya terlihat senang di atas kendaraan berkelir biru itu.

Tujuan utama Bima Arya menaiki bus Trans Padang yakni Istana Gubernur Sumatera Barat. Jaraknya dari halte hanya sekitar 1,5 kilometer. Melewati tiga persimpangan.

Begitu sampai di halte depan Kantor Gubernur Sumbar, Bima Arya langsung turun sambil mengucapkan terimakasih kepada sopir dan pramugari. Wamendagri kemudian berjalan kaki menyeberangi jalan untuk dapat sampai di Istana Gubernur.

Bima Arya memang memiliki kebiasaan demikian. Setiap mengunjungi daerah, Bima enggan naik kendaraan dinasnya. Tetapi lebih memilih menaiki kendaraan massal. Seperti saat dirinya ke Bukittinggi beberapa pekan yang lalu, Bima Arya menaiki angkot merah untuk menuju lokasi acara. (ren/rel)