PADANG, METRO–Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Persidangan III Masa Sidang 2024-2025 ke Sumatra Barat, untuk mengawasi kinerja aparat penegak hukum, pada Rabu (28/5).
Bertempat di Mapolda Sumbar, kegiatan ini dihadiri Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Kepala Kejati Sumbar Yuni Daru Winarsih, Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Riki Yanuarfi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang memimpin kunjungan itu menggelar rapat fungsi pengawasan budgeting serta pembahasan lainnya bersama dengan Jajaran Polda Sumbar, BNNP Sumbar serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar.
Secara khusus, Ahmad Sahroni meminta Polda Sumbar dan BNNP Sumbar untuk bersama-sama memerangi kejahatan narkotika serta pelecehan seksual yang belakangan terungkap di wilayah hukum Sumatra Barat.
“Secara terbuka saya menyampaikan kepada BNNP Sumbar dan pihak kepolisian untuk memberikan perhatian khusus terkait kasus narkoba di Sumbar serta pelecehan seksual yang belakangan terungkap di wilayah Sumbar,” kata Sahroni.
Sahroni menegaskan, pihaknya telah memperoleh cukup banyak informasi terkait pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar yang baru saja dilakukan Polda Sumbar dan BNNP Sumbar di sejumlah daerah. Laporan terkait penegakan hukum di Kejaksaan, juga telah diterimanya.
“Menurut saya, tak ada laporan kasus krusial mencolok yang saat ini tengah berproses di Kejati Sumbar. Tidak ada yang krusial karena memang Sumbar ini cukup ringan masalahnya. Cuma harus tetap dipertahankan agar menjadi humanis kepada masyarakat,” pesannya.
Satu-satunya perkara hukum yang harus jadi perhatian di Sumbar, tegas Sahroni, adalah kasus pelecehan seksual yang terjadi di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota. Ia meminta kasus itu diusut tuntas dan pelaku segera ditangkap.
“Saya sudah dapat laporan dan saya minta Kapolda untuk segera disikapi agar tidak menyumbat dan menjadi perhatian seluruh masyarakat Sumbar,” tegasnya.
Ia menekankan, kasus pelecehan seksual tidak boleh dipandang remeh. Kasus semacam ini, juga tengah menjadi isu nasional pasca ditemukannya Fanpage Grup Facebook Fantasi Sedarah berpengikut 33 ribu orang yang menggegerkan seantero tanah air baru-baru ini.
“Untuk itu saya minta Kapolda untuk memberikan perhatian disamping terus menampilkan sikap humanis kepada masyarakat lewat program gerakan subuh berjamaah. Karena kepolisiaj sendiri adalah bagian dari keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Di sisi lain, kata Sahroni, Komisi III juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif Kapolda Sumbar, salah satunya adalah program Gerakan Subuh Berjemaah. Sahroni menilai program ini sebagai langkah humanis Polri yang efektif dalam mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.
“Gerakan Subuh Berjemaah bukan hanya pendekatan humanis, tetapi juga menunjukkan bahwa Polri adalah bagian integral dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyatakan terima kasih atas masukan dan dukungan dari Komisi III DPR RI. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dalam penegakan hukum serta kualitas pelayanan kepada masyarakat di Sumbar. (rgr)






