SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kemarau Panjang dan Debit Air Berkurang, Bak Penangkapan Air PDAM Dikuras

0
×

Kemarau Panjang dan Debit Air Berkurang, Bak Penangkapan Air PDAM Dikuras

Sebarkan artikel ini
PENGURASAN BAK— Para petugas PDAM Sawahlunto melakukan pengurasan Bak Penangkup Air Baku yang berada di Rantih, dengan kondisi lumpur yang mencapai 1 meter akibat sudah 20 tahun tidak diibersihkan.

SAWAHLUNTO, METRO  —Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Sa­wahlunto menguras Bak Penangkap Air Baku Pompa Rantih. Kegiatan ini bertujuan untuk mening­katkan kualitas dan kuantitas air yang disalurkan kepada pelanggan, Kamis (29/5). Hal ini dilakukan menyusul berkurangnya debit air di musim kemarau, dan juga berkurangnya sumber mata air untuk pengisian bak sentral di Kayu Gadang sehingga kurang bisa memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan sekitar Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto.

Diungkapkan oleh Di­rektur PDAM Sawahlunto Julmadizon, ST kepada media di lokasi Pengu­rasan Bak Rantih.

“Saat musim hujan pa­da bulan Ramadhan kemarin sumber mata air untuk bak penampung di Kayu Gadang ada dua yaitu sumber air dari sungai di Rantih dan sumber air pendukung di Kaji (BBS). Dikarenakan masuk kemarau maka sumber air di Kajai kering sehingga cuma satu sumber air yaitu dari Rantih,” ungkap Julmadizon, ST.

Lebihjauh dikatakan Julmadizon, terkait kemarau tersebut debit air Rantih pun kecil, sehingga pengisian di Bak penangkup air baku pun berkurang.

Ditambah dengan adan­ya endapan lumpur setinggi 1 meter yang sudah tidak dibersihkan selama hampir 20 tahun, mengakibatkan air baku yang akan disalurkan ke bak Kayu Gadang keruh dan berkurang.

“Jadi kita putuskan untuk membersihkan bak penangkup air baku di Rantih, dengan melakukan Pengurasan. Mungkin akan memakan waktu beberapa hari. Namun demi memberikan pelayanan yang optimal ke depannya kepada daerah yang meng­gunakan air Kayu Gadang yaitu Kecamatan Barangin dan sekitarnya,” jelas Julmadizon yang merupakan putra asal Kuranji Padang ini.

Disebutkan juga jika lumpur yang mengendap ini tidak dikuras maka kualitas air dan kuantitas air akan terpengaruh.

Julmadizon tak menampik, pihaknya selalu berusaha berkerja keras, meskipun harus lembur di hari libur dan hingga ma­lam hari.

“Kita tidak mau mendiamkan kendala-kendala di lapangan, para petugas PDAM yang di lapangan pun semangat dan sanggup berkerja keras secara tim untuk memberikan pelayanan yang optimal,” ucapnya.

Apalagi kalau ke de­pannya bisa diberikan bantuan pompa yang da­ya tariknya kuat seperti yang telah diusulkan kepada Walikota Sawahlunto yaitu 70 liter/detik. Tentu kita bisa mengalirkan air bersih selama 24 jam untuk seluruh Kecamatan Barangin, dan juga bisa memenuhi kebutuhan sebagian Kecamatan Lembah Segar yaitu daerah Tanjung Sari, Air Dingin, dan RSUD Sawahlunto. Begitu besar pengaruhnya kekuatan Pompa besar ini bagi ketersediaan air bersih PDAM.  “Memang per­kiraan PDAM sendiri harga pompa 70 liter/detik ini dikisaran Rp 6,3 miliar. Semoga dapat segera terealisasi,” pungkasnya. (pin)