OLAHRAGA

Hobi Terabasan, Begini Teknik Aman dan Nyaman Naik Motor Trail

0
×

Hobi Terabasan, Begini Teknik Aman dan Nyaman Naik Motor Trail

Sebarkan artikel ini
TIPS— Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri (HPM) Benarivo De Frize memberikan beberapa tips teknik aman dan berkendara nyaman saat melakukan terabas menggunakan sepeda motor trail.

PADANG, METRO–Berkendara off-road menggunakan sepeda motor jenis trail sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan. Kein­dahan alam Indonesia dan banyaknya komunitas pecinta alam memicu tumbuhnya off-roader baru untuk menjelajah dan mencari pengalaman. Namun, kontur yang menantang membuat banyak pengendara wajib mengetahui teknik yang aman dan nyaman saat melakukan terabasan.

Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri (HPM) Benarivo De Frize memberikan beberapa tips teknik aman dan berkendara nyaman saat melakukan terabas menggunakan sepeda motor trail. Kontur jalan naik-turun dengan permukaan trek yang tak menentu, menjadi tanta­ngan tersendiri.

“Banyak perbedaan saat berkendara off-road dibandingkan on-road. Selain wajib menguasai teknik bersepeda motor di aneka permukaan jalan, pengendara juga harus siap menghadapi tanjakan, turunan, bahkan genangan air atau sungai yang membentang,” kata Benarivo.

Dikatakan oleh Benarivo, ketika melewati jalanan menurun, agar pengendara tidak terlalu fokus menggunakan rem depan. Postur tubuh disarankan condong ke belakang, diikuti pinggul yang juga lebih ditarik ke bagian belakang sepeda motor. Kedua lutut menjepit body sepeda motor untuk menjaga keseimbangan.

“Postur tubuh yang con­dong ke belakang membantu keseimbangan, sehingga titik berat tidak pindah ke depan yang berpotensi mengakibatkan roda belakang terangkat dan tergu­ling ke depan. Upayakan turun dengan gigi rendah, tidak perlu buka gas, rileks atau santai dan mengikuti gerak ban belakang,” jelas Benarivo.

Baca Juga  Kejuaraan Bola Voli Bupati Cup Ditabuh, Bupati Pasbar Minta Tingkatkan Prestasi Olahraga

Berbeda ketika pengendara menghadapi tanjakan. Posisi badan justru sebaliknya, yakni condong ke depan, atau bahkan berdiri (tetap condong ke de­pan). Hal ini untuk memberikan beban lebih ke roda bagian depan. Sehingga, ketika menanjak, titik berat tidak pindah ke belakang yang berpotensi me­ngakibatkan roda depan terangkat dan terguling ke belakang.

Kontur area yang se­ring ditemui saat melakukan terabas adalah melewati genangan air atau su­ngai. Kondisi ini juga membutuhkan teknik khu­sus. Jika berada dalam rombongan, pemimpin atau road captain (RC) disarankan untuk turun dari sepeda motor dan mengecek kondisi genangan atau sungai.

“Pastikan genangan atau sungai bisa dilewati motor. Menyeberang tanpa sepeda motor sambil mengecek lintasan. Jika arus tidak teralu kencang, boleh dilewati dengan kecepatan dan gigi rendah,” tambah Benarivo.

Saat melintasinya, dan mendapati dasar sungai berbatu, satu kaki disarankan turun untuk berjaga-jaga jika hilang keseimba­ngan. Bila dirasa kurang, dua kaki juga boleh diturunkan. Sangat tidak disarankan mengangkat kaki, karena bila hilang keseimbangan, maka saat itu pe­ngendara tidak mampu menahan sepeda motor yang ambruk. Jika sudah ambruk di sungai, potensi masalah bertambah terutama pada motor, seperti kemasukan air dan sebagainya.

Baca Juga  Man.United vs Crystal Palace, Rekor Bagus Setan Merah

Selain menguasai tek­nik dasar, Benarivo juga memberikan beberapa kiat agar berkendara off-road atau terabasan bisa diselesaikan dengan menyenangkan. Terdapat aturan tidak tertulis yang disarankan untuk dilakukan para pengendara.

Pertama, pastikan membuat rencana perja­lanan (persiapan, riding gear, waktu keberangkatan, lokasi istrirahat, memeriksa kondisi motor). Lalu kedua, kontrol emosi. Sebaiknya hindari melakukan tindakan yang tidak perlu seperti geber-geber motor yang berpotensi mendapat masalah pada sepeda motor. Tindakan ekstrem juga berpotensi menyebabkan cedera. Pa­dahal, tujuannya menikmati perjalanan dan pemandangan yang me­nye­nangkan.

Selanjutnya, saat ber­kendara bersama-sama, disarankan tidak malu untuk meminta bantuan. Misalkan, sepeda motor terjebak dengan rintangan di jalan, jangan memaksa dengan menggeber gas setengah kopling dan sebagainya, yang akhirnya sepeda motor menjadi bermasalah. Padahal, tim bisa membantu mengamankan atau menariknya.

Sementara itu, Asriwirawan selaku Marketing Communication & Deve­lopment Manager PT Hayati Pratama Mandiri selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda wilayah Sumatera Barat meng­ung­kapkan, berkendara dengan semangat Satu Hati tentunya akan menghadirkan pengalaman berkendara yang me­nyenangkan.

“Saling support antar pengendara, menjaga ke­akraban, dan melakukan dengan kegembiraan, men­jadikan aktivitas terabas semakin #cari_aman dan asyik dinikmati,”ucap Asriwirawan (rom)