AGAM/BUKITTINGGI

RSAM Bukittinggi Menuju Kelas A, Perkuat Layanan Rujukan di Sumbar

0
×

RSAM Bukittinggi Menuju Kelas A, Perkuat Layanan Rujukan di Sumbar

Sebarkan artikel ini
PENILAIAN VISITASI KESESUAIAN— Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, drg. Busril, MPH menerima penilaian visitasi kesesuaian dari Kemenkes terkait menuju kenaikan Kelas Type A

BUKITTINGGI, METRO–Rumah Sakit Umum Da­erah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi memulai langkah besar menuju peningkatan status menjadi Rumah Sakit Kelas A pertama di Su­matera Barat. Proses ter­sebut ditandai dengan pelaksanaan visitasi kesesuaian perizinan berusaha oleh tim dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (28/5).

Direktur RSAM, drg. Busril, menyampaikan bah­wa transformasi ini me­rupakan hasil kerja ke­ras seluruh pihak di ling­kungan rumah sakit, mulai dari manajemen hingga tenaga medis dan non-medis.

“Ini adalah bentuk ko­laborasi menyeluruh. Kami memenuhi berbagai persyaratan utama, mulai dari pelayanan, fasilitas penunjang, sarana prasarana, administrasi hingga kualitas SDM,” ujarnya.

Visitasi dari tim penilai turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat melalui Asisten I, Dewan Pengawas RSAM, serta jajaran akademisi seperti Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran dan Keperawatan dari mitra perguruan tinggi.

Menurut Busril, peningkatan status RSAM ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dan daerah. Dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, RSAM ditetapkan sebagai rumah sakit pengembangan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro­nefrologi) serta KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

“Sedangkan dalam RPJMD Provinsi Sumbar 2025–2029, RSAM diarahkan menjadi Rumah Sakit Kelas A bertaraf internasional,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar memberikan apresiasi tinggi atas semangat RSAM dan seluruh civitas hospitalia dalam mewujudkan peningkatan kelas ter­sebut. Keberadaan RSUD Kelas A nantinya diharapkan akan memperkuat sis­tem layanan rujukan di Sumbar dan meningkatkan akses masyarakat terha­dap layanan spesialis dan subspesialis.

“Transformasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional,” pungkas Busril. (pry)