AGAM, METRO–Para wali murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 53 Siguhung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kenyamanan dan kesehatan siswa. Mereka berinisiatif menggalang dana untuk membangun fasilitas Water Closet (WC) di sekolah yang sejak lama belum memiliki toilet.
Syahrizal, salah satu wali murid, menyebutkan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan hingga saat ini mencapai Rp2,8 juta dari target Rp7 juta. Artinya, masih dibutuhkan sekitar Rp4,2 juta untuk menyelesaikan pembangunan WC yang selama ini terbengkalai.
“Pembangunan WC ini sangat penting karena sekolah tidak memiliki toilet sama sekali. Siswa selama ini terpaksa buang air di sekitar sungai. Ini jelas tidak layak dan berisiko bagi kesehatan mereka,” ujar Syahrizal saat acara perpisahan siswa kelas VI pada Selasa (28/5).
Pembangunan ditargetkan rampung dalam dua bulan. Para orangtua berharap adanya dukungan lebih lanjut, baik dari wali murid lainnya maupun dari pemerintah daerah, agar proyek ini dapat selesai sesuai rencana.
“Kami butuh partisipasi semua pihak. Ini demi kenyamanan anak-anak kita sendiri,” tambahnya.
Kepala SDN 53 Siguhung, Indra Sumardi, membenarkan bahwa sejak ia menjabat pada 2017, pembangunan WC belum juga terealisasi, meski usulan sudah diajukan ke Dinas Pendidikan setempat. “Saya sangat berterima kasih kepada para wali murid yang sudah mengambil inisiatif ini. Semoga dengan WC yang layak, siswa bisa belajar dengan lebih nyaman,” ucapnya.
Saat ini SDN 53 Siguhung memiliki 74 siswa. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 14 siswa telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti acara pelepasan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Wali Nagari Persiapan Kandis, Jatirman, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan rasa bangganya atas kelulusan para siswa. Ia menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
“Kelulusan ini adalah awal dari perjalanan panjang. Jangan berhenti di sini. Teruslah belajar karena pendidikan adalah kunci sukses,” ujarnya. (pry)






