BERITA UTAMA

Didera Konflik Puluhan Tahun dengan PT BRM, Masyarakat Gantungkan Harapan pada Bupati

0
×

Didera Konflik Puluhan Tahun dengan PT BRM, Masyarakat Gantungkan Harapan pada Bupati

Sebarkan artikel ini
PEMANGKU ADAT— Pemangku Adat Kenagarian Koto Nan Ampek Dibawuah, Aidil Fitri Datuak Pangulu Bosau.

DHARMASRAYA, METRO–Didera konflik panjang selama puluhan tahun dengan PT. Bukit Raya Medusa (BRM), masyarakat Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah kini hanya berharap kepada Annisa Suci Ramadhani sebagai Kepala Daerah untuk dapat menyelesaikan konflik yang tidak jua menemukan titik terang tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Pemangku Adat Kena­garian Koto Nan Ampek Dibawuah, Aidil Datuak Pangulu Bosau kepada Posmetro, Minggu (25/5).

Aidil khawatir, bahwa konflik masyarakatnya dengan pihak perusahaan kian hari kian memanas, se­hingga me­ne­mukan ja­lan buntu yang da­pat mem­­ba­wa ke­­pada hal-hal yang ti­dak di­ingin­kan.

“Untuk itu, kami masya­ra­kat Nagari Ko­to Nan Am­­pek Diba­wuah sangat ber­­ha­rap ke­pada Pe­­­me­rintah Da­­­erah, yang ma­na saat ini di­pimpin oleh Bu­pati Annisa Su­ci Ra­ma­dha­­­ni agar da­­­pat men­ja­di pe­­ne­ngah dan me­­nye­le­­sai­kan­ kon­­flik ini,” ung­kap­nya.

Aidil men­ja­­­barkan, bah­­­wa tun­tu­tan ma­sya­­ra­kat ke­pada pe­ru­sa­haan tidak ba­nyak, yang per­tama kembalikan kepada masyarakat sisa kom­pe­n­sasi lahan yang telah dijanjikan PT BRM saat penyerahan per­tama kali dahulu, yaitu sebanyak 550 hektar lagi.

“Kedua, keluarkan lahan yang berstatus HPL (Hutan Penggunaan Lainnya) dari area kelola PT BRM, dan ketiga, segara tentukan dan keluarkan tata batas sesuai dengan aturan yang berlaku,” Ungkap Aidil.

Selanjutnya, ditambah dia, masyarakat Nagari Koto nan Ampek Dibawuah meminta pihak perusahaan agar segera mencabut pelaporan yang dilayangkan atas nama ninik mamak dan penguasa ulayat Kenagarian Koto nan Ampek Dibawuah.

“Terakhir, kami meminta pihak perusahaan untuk segera mengganti manajer PT BRM area Sijunjung yang saat ini menjabat, karena dinilai tidak memiliki etika komunikasi yang bagus dengan masyarakat,” sebutnya. (cr1)