METRO SUMBAR

Tekankan Sinergi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

0
×

Tekankan Sinergi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
SINERGI LINTAS SEKTORAL— Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua P2TP2A Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, membuka kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak di Aula Kantor Camat Kinali, Kamis (22/5).

PASBAR, METRO–Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua P2TP2A Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menekankan pen­tingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Per­nyataan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Ke­kerasan terhadap Anak, Tindak Pidana Perdaga­ngan Orang (TPPO), Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perka­winan Anak di Aula Kantor Camat Kinali, Kamis (22/5).

Menurut Ny. Sifrowati Yulianto, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pasaman Barat mengalami pe­ningkatan signifikan.

Berdasarkan data Sis­tem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) serta laporan masyarakat ke P2TP2A dan UPTD PPA, sepanjang 2024 tercatat 99 kasus. Dari jumlah tersebut, 20 kasus menimpa perempuan dan 79 kasus me­nimpa anak. Sementara itu, hingga April 2025, telah terdata 32 kasus baru.

“Jenis kekerasannya beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, hingga kekerasan ekonomi,” ujar­nya.

Ia menambahkan, dam­pak kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis, seperti trauma berkepanjangan, gangguan mental, ketakutan, dan perasaan tidak berharga. Bahkan, ti­dak sedikit korban yang nekat mengakhiri hidupnya.

Untuk itu, Ny. Sifrowati Yulianto mengajak seluruh pihak untuk membangun sinergi, mulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga lembaga peme­rintah dan nonpemerintah di tingkat nagari, kecamatan, dan kabupaten.

Ia juga menyampaikan sejumlah strategi pemerintah dalam pencegahan ke­kerasan, di antaranya pe­nguatan peran kader di tingkat nagari seperti TP PKK dan aktivis Perlindu­ngan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), pelibatan lembaga pendi­dikan sebagai pelindung anak, serta peningkatan peran dalam penanganan kasus TPPO, ABH, dan per­kawinan anak.

Selain itu, kolaborasi juga akan diperluas dengan forum anak, bundo kanduang, lembaga adat, jorong, pemuda, kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), remaja masjid, serta lintas sektor terkait.

Pemerintah daerah juga mendorong digitalisasi layanan informasi dan konsultasi, serta menggencarkan kampanye “Pasaman Barat Nol Kekera­san.”

“Melindungi perempuan dan anak bukan ha­nya tugas pemerintah, te­tapi juga panggilan kemanusiaan. Jangan biarkan satu anak pun tumbuh da­lam ketakutan, atau satu ibu pun hidup dalam luka yang disembunyikan. Mari kita perkuat peran P2TP2A sebagai pusat edukasi dan benteng pencegahan ke­kerasan,” tutupnya. (end)