METRO PADANG

Tahun Ajaran Baru Sudah Dekat, IPPS Pasar Raya Padang Resah, Tidak Dilibatkan Disdikbud Terkait Seragam Siswa Baru

0
×

Tahun Ajaran Baru Sudah Dekat, IPPS Pasar Raya Padang Resah, Tidak Dilibatkan Disdikbud Terkait Seragam Siswa Baru

Sebarkan artikel ini
JUAL BELI LESU— Ikatan Pedagang Seragam Sekolah (IPSS) Pasar Raya Padang, berharap mendekati Tahun Ajaran sekolah 2025/2026 yang semakin dekat, maka jual beli seragam sekolah bisa menggeliat. Pedagang berharap ikut memperhatikan kondisi para pedagang.

PS RAYA, METRO–Mendekati Tahun Ajaran (TA) 2025/2026 Ikatan Pedagang Sera­gam Sekolah (IPSS) Pasar Raya Padang mulai resah. Mereka me­minta kebijaka dari Pemerintah Ko­ta Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk pembelian seragam putih dan pramuka diserahkan kepada peda­gang seragam di Pasar Raya.

Sementara untuk yang pene­ri­ma seragam gratis melalui Program Padang Juara penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) cukup diberi uang saja.

Pedagang juga meminta khusus baju seragam putih dan pramuka jangan ditunjuk vendor atau tukang jahit tertentu, seharusnya dilempar ke pasar.

Ketua IPPS Pasar Raya Padang, Syafri mengatakan pedagang me­minta kepada orang tua murid dari TK, SD/MI,SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, sekolah yang ada di Kota Padang  untuk belanja baju sekolah di Pasar Raya Padang dan tidak dibatasi.

Pedagang juga menilai, kebijakan Pemko Padang dengan pemberian seragam gratis untuk anak dari keluarga tidak mampu, bisa menyebabkan daya beli pakaian sekolah di Pasar Raya Padang makin sepi.

“Di satu sisi orang tua atau anak diayomi, namun membuat pedagang cemas. Karena, akan ada ribuan anak yang tidak akan membeli pakaian seragam lagi di Pasar Raya,” ungkap Syafri.

“Kami atas pedagang seragam sekolah di Pasar Raya Padang tidak dilibatkan oleh pihak Dinas Pendidikan, itulah kegelisahkan kami. Sudah tiga tahun anak atau siswa baru, tidak ada belanja pakaian seragam di Pasar Raya lagi. Sehingga jual beli seragam sekolah untuk siswa baru tidak ada. Tak ada jual beli,” keluh Syafri.

“Alah balangau dagangan kami ini pak, tolong dicari jalan keluarnya. Ibaratnya, pedagang yang menjual baju seragam sekolah di Pasar Raya  Padang ini mati suri,” keluhnya.

Sementara kata Syafri lagi, saat ini Pemko Padang menggaungkan untuk mem­­bangun dan mem­perda­yakan UMKM di Kota Pa­dang. Namun kenya­taan­­­nya bertolak belakang. Tak nampak keberpihakan Pemko kepada pedagang kecil.

“Harapan kami kepada Dinas Pendidikan, untuk siswa yang mendapatkan seragam gratis diberi uang tunai, biar baju seragam mereka yang membeli di Pasar Raya,” tukasnya.

Pedagang seragam di Pasar Raya berharap, program Pemerintah Kota Pa­dang di bawah kepemimpinan Fadly Amran dan Maigus Nasir bisa sinergi dengan program pendidikan Kota Padang, menghidupkan Pasar Raya terutama para pedagang seragam sekolah.

Sementara itu Sekretaris IPPS Pasar Raya Pa­dang, Adrianto, berharap untuk memenuhi kebutuhan baju sekolah atau seragam  siswa baru, baik baju putih ataupun  pramuka diserahkan saja ke pa­sar, sehingga jual beli di Pasar Raya Padang kembali  bergairah.

“Dengan begitu eko­nomi pedagang bangkit. Apalagi dagangan kami ini bersifat tahunan,” tutur Adrianto.

Lebih jauh disebutkan Adrianto, untuk anak-anak penerima bantuan seragam sekolah cukup diberi uang tunai, dan selanjutnya uang tersebut bisa digu­na­kan orang tua berbelanja seragam di Pasar Raya Padang.

“Kita minta juga pakaian seragam ini disederhanakan saja, orang tua siswa pun tak terbebani,” tandas Adrianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, menjelaskan pem­berian seragam seko­lah gratis dan LKS gratis merupakan Progul “Pa­dang Juara” yang meni­tik­be­ratkan kepada bantuan dan beasiswa pendidikan ba­gi ma­sya­rakat Kota Pa­dang.

Pemko mengalokasikan lebih kurang Rp19,6 miliar dari APBD Pemko Padang untuk program tersebut. Karena itu, anak-anak penerima bantuan akan mendapatkan Kartu Padang Juara.

Kartu ini diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP dari keluarga yang tergolong dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Masya­rakat Berpenghasilan Ren­d­ah (MBR). Mereka akan menerima bantuan berupa enam stel pakaian seragam sekolah dan LKS secara gratis.

Untuk tahun ini, sebanyak 17.710 siswa akan menerima bantuan seragam sekolah, sementara 16.208 siswa mendapatkan bantuan LKS gratis. (ped)