OLAHRAGA

Bungkam MU 1-0 di Final Liga Europa, Tottenham Hotspur Akhiri 17 Tahun Puasa Gelar

2
×

Bungkam MU 1-0 di Final Liga Europa, Tottenham Hotspur Akhiri 17 Tahun Puasa Gelar

Sebarkan artikel ini
TROFI— Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih trofi, setelah menang dramatis 1-0 atas Manchester United dalam final Liga Europa 2025, Kamis (22/5) dini hari WIB.

TOTTENHAM Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih trofi, setelah menang dramatis 1-0 atas Manchester United dalam final Liga Europa 2025.

Laga yang berlangsung sengit ini ditentukan oleh gol Brennan Johnson di menit ke-42, menjadi momen paling menentukan dalam pertandingan tersebut.

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. Kedua tim me­nunjukkan ketegangan yang luar biasa, membuat babak pertama terasa sedikit “berantakan”.

Manchester United terlihat lebih menguasai permainan, namun Tottenham justru berhasil mencetak gol lebih dulu menjelang turun minum.

Kejadian tragis terjadi saat bek kiri MU, Luke Shaw, secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri setelah mendapat sedikit sentuhan dari Brennan Johnson.

Bola kiriman dari Pape Matar Sarr itu gagal diantisipasi oleh Andre Onana dan masuk ke sudut bawah gawang. Meski sekilas terlihat seperti gol bunuh diri, namun gol itu dicatat sebagai milik Johnson.

Secara statistik, Man­chester United mendominasi nyaris di semua lini. Mereka menguasai 73% penguasaan bola, mele­paskan 16 tembakan (6 di antaranya tepat sasaran), dibandingkan dengan ha­nya 3 tembakan milik Tottenham (1 tepat sasaran).

Baca Juga  Real Madrid 0 vs 1 Barcelona, Bernabeu tak lagi Menakutkan

Namun, rapatnya pertahanan Spurs dan buruk­nya penyelesaian akhir Setan Merah membuat semua dominasi itu sama sekali tidak berarti.

Brennan Johnson dinobatkan sebagai Man of the Match berkat pergerakannya yang menciptakan ke­kacauan di kotak penalti United.

Pergerakan cepatnya di tiang dekat memaksa Shaw melakukan kesalahan fatal. Johnson menjadi sosok paling menentukan di laga yang minim peluang bersih ini.

Bek tengah Micky van de Ven juga layak mendapatkan pujian besar atas aksi penyelamatan di garis gawang yang memastikan Tottenham tetap unggul.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, tampak frustrasi sepanjang pertandingan. Meski anak asuhnya menguasai bola, mereka gagal menciptakan peluang berarti.

Kekalahan ini menambah daftar kegagalan MU musim ini yang disebut-sebut sebagai salah satu kampanye terburuk mereka dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga  Muhammad Iqbal Nobar dengan Ratusan Warga

Dengan kemenangan ini, Tottenham Hotspur tidak hanya meraih gelar Eropa pertama mereka sejak 1984, tetapi juga memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan.

Sebuah prestasi besar yang tentunya akan disambut meriah oleh fans saat mereka menjamu Brighton & Hove Albion akhir pekan ini.

Sementara itu, bagi Manchester United, kekalahan ini menambah luka di musim yang sudah penuh tekanan.

Mereka masih punya satu laga tersisa melawan Aston Villa untuk menyelamatkan muka. Namun trofi yang mereka harapkan untuk menutup musim dengan manis kini sirna.

Bagi para penggemar Tottenham, malam di Dublin ini akan tercatat dalam sejarah klub. Setelah 17 tahun tanpa gelar, The Lilywhites akhirnya bisa merayakan trofi bergengsi di kancah Eropa.

Meski bukan melalui permainan atraktif, tekad dan disiplin mereka malam itu menjadi kunci keberhasilan—dan bukti bahwa sejarah bisa ditulis ulang kapan saja. (jpg)