PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sampah Plastik Diolah menjadi Pavingblock

2
×

Sampah Plastik Diolah menjadi Pavingblock

Sebarkan artikel ini
PEMBUATAN PAVINGBLOCK— Wali Nagari Taram Nanang Anwar, menunjukkan hasil paving block dari sampah plastik kepada Kadis LH Yuniwal.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Sampah selalu menjadi momok yang menakutkan dan dianggap tidak punya nilai ekonomi. Tetapi, tidak demikian dengan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berhasil menyulap sampah plastik menjadi Paving Block de­ngan kualitas tinggi bernilai ekonomis.

Wali Nagari Taram, Nanang Anwar, menyebut produksi pengolahan sampah plastik menjadi Paving Block sudah berjalan selama dua tahun. Bermula dari kekhawatiran dengan persoalan sampah yang cukup ba­nyak di Nagari Taram. Mulai dari sampah rumah tangga, pasar termasuk objekwisata Kapalo Banda.

“Sedikitnya ada sekitar 900 kilogram sampah sehari di Nagari Taram. Karena, selain sampah rumah tangga kita juga ada pasar dan objekwisata Kapalo Banda. Dari situ kita lihat perlu ada upaya pengelolaan sampah, sehingga kita buat pengolahan sampah bernilai eko­nomi dengan menjadikan sampah plastik Paving Block,” ungkap Wali Nagari, Rabu (21/5) di sela-sela melihat pembuatan Paving Block di Taram.

Dia menyebut, dengan adanya produksi pengolahan sampah plastik menjadi Paving Block, Nagari Taram sudah bisa mengolah sampah secara mandiri daniliki nilai ekonomi. “Disamping bisa mengolah sampah secara mandiri juga bernilai ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ungkap Wali Nagari.

Pihaknya kini terus mensosialisasikan hasil produksi Paving Block kepada masyarakat Nagari dan juga melalui laman media sosial Nagari. “Kita tahun ini konsen menso­sialisasikan Paving Block ini kepada masyarakat kita dan juga melalui media sosial yang ada,” ucap­nya.

Salah seorang pe­nge­lola usaha Paving Block di Nagari Taram, Rama­dhan, menyebut mengambil sampah di Nagari Taram untuk diolah menjadi Pa­ving Block. Dan dari sampah plastik yang ada, pihaknya bisa memproduksi sebanyak 150 buah Pa­ving Block setiap hari.

Dia menyebut, saat ini permintaan untuk Paving Block dari bahan sampah plastik selalu ada. Karena menurutnya, Paving Block dari sampah plastik lebih bagus dan tahan lama. Dia juga bisa melayani pesanan jika harus diberi warna untuk mpercantil Paving Block sesuai de­ngan pesanan.

“Untuk saat ini pesanan Paving Block selalu ada. Kita kini melayani untuk Paving Block halaman masjid. Dan untuk saat ini kita baru menerima pesanan dari ma­sya­rakat Payakumbuh dan Lima puluh Kota. Untuk keluar provinsi sejauh ini belum ada, kalau ada kita layani,” ucapnya.

Dia juga menyebut, sebelu diolah menjadi Paving Block, sampah yang ada terlebih dahulu dilakukan pemilahan dan pencacahan. Setelah dicacah dijemur agar kadar airnya tidak terlalu ba­nyak. Setelah itu, baru dilakukan proses pembakaran dan pencetakan Pa­ving Block.

“Terlebih dahulu kita lakukan pemilahan pakai mesin. Dan saat ini sudah ada beberapa orang pekerja disini. Dan sejauh ini kita tidak ada kendala baik dari pasokan sampah mau­pun pemasaran,”  ucap­nya.

Kepala Dinas Lingku­ngan Hidup Kabupaten Lima Puluh Kota, Yuniwal, mengapresiasi langkah mandiri pengolahan sampah bernilai ekonomi yang sudah dilakukan Nagari Taram, Kecamatan Ha­rau. Mengingat saat ini di Lima Puluh Kota ada sekitar 160 ton sampah setiap hari dan khusus di Ibu Kota Kabupaten (IKK) ada sebanyak 23 ton.

“Ke depan kita berharap pengelolaan sampah berbasis nagari, salah satunya yang sudah dilakukan Nagari Taram dengan membuat Paving Block dari sampah plastik. Dan untuk volume sampah kita di Lima Puluh Kota mencapai 160 ton dan khusus di IKK ada 23 ton. Kita berharap kesadaran masyarakat untuk pemilahan sampah sebelum di­buang ke TPS 3R,” ucap­nya. (uus)