METRO PESISIR

Bronjong dan Bendungan Utama Irigasi Lubuak Sikoci Kembali Porakporanda

0
×

Bronjong dan Bendungan Utama Irigasi Lubuak Sikoci Kembali Porakporanda

Sebarkan artikel ini
RUSAK BERAT— Telihat kondisi bronjong pengaman di kawasan bendungan irigasi Lubuak Sikoci di Nagari Sicincin Kecamatan 2 X 11 Anam Lingkung porak poranda.

PADANGPARIAMAN, METRO–Meski telah beberapa kali diperbaiki, namun lagi-lagi keberadaan bronjong pengaman yang ada di kawasan bendungan irigasi Lubuak Sikoci di Nagari Sicincin Kecamatan 2 X 11 Anam Lingkung. Padang­pariaman hingga kini  agaknya tak kuasa menghadapi derasnya arus aliran Batang Anai yang mengalir di kawasan itu.

Terbukti, keberadaan bronjong yang semula diharapkan sebagai pengaman arus air itu justru kembali mengalami  amrol.  Akibatnya tak ayal, aliran arus air  yang diharapkan bisa mengairi lahan pertanian warga kini  tidak lagi berfungsi seperti diharapkan.

Sejumlah warga sekitar terungkap menyatakan ,  ambrolnya batu bronjong di kawasan itu terjadi akibat kuatnya hantaman arus yang berasal dari aliran Batang Anai yang mengalir di sekitar bendungan irigasi tersebut.

Bahkan dari pengamatan koran ini sepanjang Rabu kemarin,  derasnya hantaman arus air juga terlihat sempat memporakporandakan bendungan utama yang ada di kawasan itu.  “Bendungan ini sebelumnya berfungsi untuk mengendalikan air ke lahan pertanian masyarakat, namun akibat kerusakan tersebut saat ini kondisinya nyaris tidak berfungsi seperti diha­rapkan,” terang Eni, salah seorang warga saat ditemui di sekitar bendungan irigasi Lubuak Sikoci tersebut Rabu kemarin.

Butuh Penganganan Serius

Terpisah, Camat 2 X 11 Anam Lingkung, Ardinal, saat dikonfirmasi mengakui peristiwa ambrolnya bendungan atau aliran irigasi Lubuak Sikoci tersebut. “Menurut informasi dari masyarakat, bronjong di kawasan itu kembali ambrol akibat derasnya arus air yang berasal dari hulu, padahal bronjong pengaman itu  belum begitu lama diperbaiki,” terang Ardinal.  Untuk keperluan itu lanjutnya, pihak provinsi yang bertanggungjawab dalam penanganan bendungan itu tentunya bisa saja berkoordinasi atau meyakinkan pihak pemerintah pusat yang ada.(efa)