OLAHRAGA

Pelatnas 7 Bulan di Hotel Bintang Lima, Timnas Esports Bertekad Ciptakan Banyak Rekor Baru di SEA Games 2025

0
×

Pelatnas 7 Bulan di Hotel Bintang Lima, Timnas Esports Bertekad Ciptakan Banyak Rekor Baru di SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
PELATNAS— Timnas Esports Indonesia tengah menjalani Pelatnas menuju SEA Games 2025 di hotel bintang lima sejak 11 Mei hingga 7 bulan ke depan.

JAKARTA, METRO–Persiapan matang dilakukan oleh Tim nasional esports Indonesia jelang SEA Games Thailand 2025. Mereka telah membentuk tim dan mulai menjalani pusat pelatihan (Pelatnas) di hotel bintang lima de­ngan berbagai fasilitas mewah dan lengkap.

SEA Games 2025 rencananya akan bergulir akhir tahun ini. Tepatnya pada 9-20 Desember 2025 di sejumlah kota di Thailand, yakni Bangkok, Chonburi, dan Songkhla.

Sama seperti edisi-edisi sebelumnya, esports jadi salah satu cabang olahraga yang dipertan­dingkan. Tapi kali ini hanya ada enam gim yang dilombakan, yakni Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Garena Free Fire, EA Sports FC Online.

Meski masih beberapa bulan lagi, Pengurus Besar Esports Seluruh Indonesia (PB ESI) enggan bersantai-santai. Induk olahraga permainan daring itu sudah membentuk Timnas Esports Indonesia.

Total ada 24 atlet yang terpilih untuk memperkuat Timnas Esports Indonesia. Mereka terdiri dari 19 atlet putra, dan lima atlet putri untuk berlaga di 4 nomor pertandingan, yaitu MLBB Men, MLBB Women, Free Fire dua tim, EA Sports FC Online.

Skuad Merah Putih juga sudah mulai menjalani pemusatan latihan intensif sejak 11 Mei. PB ESI pun memberikan fasilitas terbaik dalam mempersiapkan Timnas Esports Indonesia, di mana mereka mengadakan Pelatnas di hotel mewah bintang lima JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Baru pertama kali pe­latnas digelar selama tujuh bulan. Sebelumnya hanya tiga bulan. Pelatnas di hotel bintang lima juga baru pertama kali,” ujar Bambang Sunarwibowo, selaku Ketua Harian PB ESI, saat mengunjungi Pelatnas Timnas Esports Indonesia, Selasa (20/5).

Bambang menjelaskan, unsur sports science jadi salah satu pendekatan yang dilakukan oleh PB ESI dalam Pelatnas Timnas Esports Indonesia. Tujuannya untuk mengoptimalkan perfoma atlet guna meraih prestasi optimal pada SEA Games ke-33 Thailand 2025.

Para atlet yang terpilih kali ini mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari kamar, masseur, dokter, pusat kebugaran atau gym, hingga perangkat teknis.

“Kebetulan hotel ini bintang lima, jadi kalau di­lihat dari fasilita skamar terpenuhi, terutama khu­susnya ada gym yang digunakan para atlet agar ini bisa menjaga dan menguatkan kemampuan fi­siknya. Kami di sini siapkan juga psikolog,” terang Bambang.

“Dengan kemampuan fisik yang cukup kuat dan sehat termasuk nutrisi yang baik, maka bisa me­nunjukkan performa fisik, intelektual dan kemampuan motorik dan komunikasi yang baik, sehingga para atlet bisa memperbaiki kekurangan yang ada menunjukkan performa yang ada,” tambahnya.

Sederet fasilitas mewah ini jadi bukti keseriusan dan cara yang dilakukan PB ESI untuk mempertahankan status juara bertahan di SEA Games Thailand 2025. Pada edisi sebelumnya, Merah Putih jadi yang terbaik dengan perolehan tiga emas dan dua perak.

“Jangan sampai di SEA Games sekarang kita turun karena kita pernah juara umum. Tapi kita perlu eva­luasi terus tentang metode yang sudah dilakukan. Kita harus membangun kekuatan di Esports ini,” tutur­nya.

“Yang dulu sudah baik, kita perbaiki terus. Tidak ada kesempurnaan kita karena lawan tanding juga memperbaiki keku­rangan. Kita tidak hanya ingin jadi terbaik di ASEAN tapi di dunia,” imbuh Bambang.

Disinggung perihal target, Bambang menjelaskan PB ESI berharap Timnas Esports Indonesia bisa meraih dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Dia sadar target ini lebih ren­dah dari saat juara umum di edisi sebelumnya.

Tapi, kata Bambang, penetapan target ini sudah melalui pertimbangan dan analisis matang-matang dari para pakar. “Itu berdasarkan analisa kami dari tim kami, dari para pakar yg ada di tempat kami bahwa ini yang realistis untuk bisa kami capai pada per­tandingan di SEA Games ini,” ucapnya.

“Jadi nomor pertandi­ngan ini kan jumlahnya be­rubah juga, tak sebanyak yang lalu, dengan demikian kita menyesuaikan de­ngan kemampuan kita. Jadi bukan turun secara jumlah tapi juga nomor pertandingan yang dipertandingkan jumlahnya bekurang,” te­rang Bambang soal penurunan target.

Sementara itu, Richard Permana sebagai Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, menjelaskan bahwa seluruh atlet yang terpilih untuk memperkuat tim sudah yang terbaik. Dia yakin dengan komposisi yang ada ditambah dengan persiapan matang, target itu bisa tercapai.

Di sisi lain, Richard juga menyatakan bahwa Timnas Esports Indonesia nan­tinya bukan hanya memenuhi target, tapi bisa menciptakan sejumlah rekor di SEA Games Thailand 2025.

“Harapan kami ciptakan rekor di SEA Games, yaitu emas pertama di EA FC Online SEA Games, back to back juara umum esports, back to back emas untuk MLBB Women, dan mengawinkan medali emas MLBB,” jelasnya. (jpg)