METRO PADANG

Kolaborasi Hijau, PT Semen Padang dan PPNP Tanam Harapan Lewat 2 Juta Bibit Kaliandra

0
×

Kolaborasi Hijau, PT Semen Padang dan PPNP Tanam Harapan Lewat 2 Juta Bibit Kaliandra

Sebarkan artikel ini
NURSERY KALIANDRA MERAH—Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra bersama rombongan, meninjau nursery kaliandra merah di Politeknik Pertanian Negeri, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO–PT Semen Padang bersama Poli­tek­nik Pertanian Negeri Paya­kum­buh (PPNP) mendistribusikan sekitar 2 juta bibit tanaman kaliandra merah kepada kelompok tani dan ma­syarakat di sekitar kawasan per­hu­tanan sosial di Sumatera Barat. Lang­kah ini merupakan bagian dari upaya men­dukung transisi energi baru ter­barukan (EBT) sekaligus pem­ber­da­yaan ekonomi masyarakat.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, me­ngatakan bahwa kolaborasi ini me­rupakan bentuk nyata dukungan pe­ru­sahaan terhadap transisi menuju energi terbarukan, khususnya me­lalui pemanfaatan biomassa ber­basis tanaman kaliandra.

“Tujuan program ini adalah me­nye­diakan bahan bakar alternatif yang lebih ramah ling­kungan, guna mengurangi ketergantungan pada batu bara dalam proses produksi semen. Selain menurunkan emisi karbon, program ini juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari distribusi bibit, peningkatan ekonomi pe­tani, hingga rehabilitasi lahan kritis,” ujar Iskandar di Padang, Jumat (16/5/).

Menurutnya, penanaman kaliandra menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam penerapan prinsip Environmental, Social, Governan­ce (ESG), yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Selain menciptakan ekosistem hijau, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru di sektor energi dan pertanian rakyat.

“Kami percaya, dengan menggandeng perguruan tinggi vokasi dan kelompok tani, kolaborasi ini akan memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata dan berkelanjutan,” tambah Iskandar. Ia juga menyebut bahwa kerja sama antara PT Semen Padang dan PPNP telah dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman pada peringatan Dies Natalis ke-34 PPNP, 6 Februari 2023.

Sementara itu, Kepala UPT Perbaikan dan Pemeliharaan PPNP, Auzia Asman, S.P., M.P., meng­ung­kap­kan bahwa saat ini PPNP masih memiliki sekitar 20 ribu bibit kaliandra merah di nursery Kampus II Sitanang, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang siap untuk didistribusikan.

“Di Sitanang, kami juga telah membangun demplot riset, kebun induk, dan kebun produksi yang mampu mendukung produksi bibit dalam skala besar hingga 500 ribu batang,” jelas Auzia.

PT Semen Padang dan PPNP menargetkan pe­ngem­bangan hingga 100 juta bibit kaliandra merah. Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan bahan bakar biomassa dalam proses produksi semen, sekaligus mengurangi ke­ter­gantungan terhadap ba­tu bara yang berdampak besar terhadap emisi karbon.

Kaliandra merah, tanaman asal Meksiko yang dikenal cepat tumbuh dan memiliki produktivitas tinggi, dinilai sangat ideal sebagai sumber energi alternatif. Tanaman ini dapat diolah menjadi biomassa padat (biofuel) yang ramah lingkungan dan berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon.

Selain fungsi energi, kaliandra juga memiliki manfaat ekologis dan eko­no­mis. Ia dapat membantu memperbaiki lahan kritis, meningkatkan kesuburan tanah, serta menjadi bahan baku kompos dan pakan ternak. Bunganya menghasilkan nektar untuk lebah galo-galo, sementara daunnya digunakan sebagai pakan ayam alternatif oleh pelaku usaha di Payakumbuh.

Tak hanya itu, ranting ka­liandra dapat diolah men­jadi wood pellet, komoditas ekspor bernilai tinggi untuk negara-negara empat musim seperti Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Produk ini digunakan sebagai bahan pemanas rumah tangga, pengganti gas dan batu bara.

Melalui inisiatif ini, PT Semen Padang dan PPNP tidak hanya mendorong transisi energi yang lebih bersih, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang memperkuat ketahanan energi, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. (*)