LUBEG, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemasangan tenda untuk keluarga yang rumahnya terdampak atas peristiwa kebakaran di pabrik karet milik PT Teluk Luas di jalan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (18/5).
Kebakaran yang cukup besar ini menghanguskan dua gudang berisi karet mentah serta berdampak terhadap beberapa rumah warga di sekitar lokasi.
Pemasangan tenda ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meluasnya kebakaran ke area pemukiman warga yang berjarak sangat dekat dengan lokasi pabrik.
“Kebakaran yang terjadi di PT Teluk Luas menyebabkan beberapa unit rumah yang berada dekat area pabrik terkena dampak dan BPBD Kota Padang melakukan pemasangan tenda antisipasi meluasnya kebakaran ke pemukiman masyarakat sekitar pabrik, kata Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Minggu (19/5) malam.
Sebanyak dua tenda dipasang di sekitar lokasi kejadian, tenda pertama milik BPBD Kota Padang mampu menampung 4 Kepala Keluarga (KK), yaitu untuk keluarga Exsrianto dengan anggota keluarga 6 jiwa, Sudirman dengan anggota keluarga 3 jiwa, Muhammad Alfian Riski dengan 3 jiwa, dan Rolly Angrista dengan 4 jiwa.
Tenda kedua milik Dinsos Kota Padang untuk menampung dua KK, yaitu keluarga Nurlis dengan 5 jiwa dan keluarga Emi Gustina dengan 1 jiwa.
“Anggota TRC PB BPBD Kota Padang dibawah Komando Kalaksa dan Kabid KL, melakukan pemasangan tenda pengungsian di dekat lokasi kebakaran karena jarak rumah warga dengan dinding pembatas pabrik sekitar 1 meter,” katanya.
Kebakaran terjadi di kawasan Jalan RT 2 RW 4, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Kota Padang sekitar pukul 12.10 WIB. Nilai kerugian masih dalam tahap penghitungan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Penanganan kebakaran di PT Teluk Luas melibatkan berbagai pihak yang berkoordinasi di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL BPBD Kota Padang.
Sementara itu, Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Roby Purba menyebut, api sudah berhasil dipadamkan ratusan petugas Damkar pada Senin (19/5) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB atau lebih dari 12 jam setelah pertama kali berkobar.
Tim Inafis Polda Sumbar mulai bekerja melakukan penyelidikan atas kebakaran besar yang terjadi di pabrik karet PT.Teluk Luas Padang. Api yang membakar perusahaan karet tersebut sudah padam sejak Senin (19/5) dinihari, setelah berlangsung sekitar 12 jam lamanya.
Kemarin, sejumlah petugas dari Inafis Polda Sumbar memasuki area pabrik di kawasan By Pass tersebut untuk melakukan pemeriksaan awal. Termasuk juga memasang garis polisi untuk olah TKP.
“Tim Inafis Polda Sumbar melakukan olah TKP untuk mendalami penyebab kebakaran. Ada dari Polda dan Polres,” ujar Kompol Robby Setiadi Purba.
Robby mengatakan kepolisian juga telah mensterilkan area lokasi kebakaran. “Hari ini kami memastikan pascakebakaran TKP benar-benar steril dan kami pastikan lagi tidak ada pihak-pihak tak berkepentingan memasuki TKP,” katanya.
Sampai saat ini, polisi belum bisa memastikan sumber api hingga menyebabkan kebakaran dua gudang yang berisikan karet mentah tersebut. Robby memastikan perkembangan penyelidikan akan segera disampaikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, namun ia tidak merinci.
“Sudah kami pulbaket untuk dimintai keterangan, sudah dipanggil oleh Polresta Padang. Sementara sumber api masih dalam penyelidikan,” pungkas kapolsek.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, Minggu (18/5) malam. Kebakaran tidak kunjung padam, bahkan api yang sudah padam dapat menyala lagi.
Budi menyebut, tumpukan karet yang terbakar sangat tebal dan tinggi. Api yang sudah padam, kata Budi, bisa hidup lagi.
“Kalau karet ini, setelah padam, bisa berkobar lagi. Itu yang banyak terjadi sejak tadi. Setelah kita padamkan, ternyata nyala lagi,” ujarnya.
Tidak tersedianya air juga menjadi persoalan dalam proses pemadaman api. Hal ini karena di lokasi tidak ada hydrant. “Kendala kita, ini adalah karet dengan tumpukan yang sangat banyak sekali. Di lokasi ini juga tidak ada hydrant, sehingga mobil harus bolak balik,” ucapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sudah lebih dari 20 unit mobil pemadam diturunkan. “Dari Kota Padang ada 10 unit, kabupaten kota ada 9 unit, ditambah dengan instansi lagi. Lebih dari 20-an unit,” imbuhnya. (rom)






