BUKITTINGGI, METRO–Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Payakumbuh menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Kegiatan ini dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bukittinggi, pada Senin (19/5).
FKP ini menghadirkan 16 perwakilan lintas sektor, mulai dari akademisi, tenaga medis rumah sakit, pelaku UMKM, hingga dinas terkait di lingkup Pemerintah Kota Bukittinggi.
Kepala BPOM di Payakumbuh, Iswadi, menyampaikan bahwa FKP bertujuan untuk memperkuat pelayanan publik BPOM, khususnya di tujuh daerah cakupan kerja di Sumatera Barat.
“FKP ini menjadi wujud komitmen kami untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Meskipun kantor berada di Payakumbuh, kami aktif memberikan pelayanan di seluruh wilayah kerja, termasuk melalui stand layanan di MPP Bukittinggi,” jelas Iswadi.
Iswadi mengungkapkan bahwa FKP kali ini merupakan yang pertama kali digelar di Kota Bukittinggi. Forum ini menjadi sarana dialog antara BPOM dan pemangku kepentingan dalam memperbaiki kualitas pelayanan, khususnya dalam bidang pengawasan obat dan makanan.
BPOM juga menyosialisasikan tiga standar utama pelayanan publik, yakni, sertifikasi dan pengajuan izin edar produk, pelayanan pengaduan masyarakat dan informasi, dan permintaan informasi publik
Selain itu, BPOM menekankan pentingnya penerapan rumus Cek KLIK sebagai panduan masyarakat dalam memilih produk yang aman. Cek KLIK adalah singkatan dari, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, serta Cek Tanggal Kedaluwarsa.
Dalam forum tersebut, Iswadi juga menyoroti upaya BPOM dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu mendaftarkan produknya hingga memperoleh izin edar resmi.
“Kami punya program pendampingan khusus untuk UMKM. Tujuannya agar mereka bisa bersaing dengan produk yang sudah memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar Iswadi.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap dapat mendorong terciptanya layanan publik yang responsif, transparan, dan berdampak langsung pada masyarakat. (pry)






