BERITA UTAMA

Keputusan Jokowi Ditunggu, Pilih Golkar atau PSI

0
×

Keputusan Jokowi Ditunggu, Pilih Golkar atau PSI

Sebarkan artikel ini
BERI PERNYATAAN— Wasekjen Partai Golkar Puteri Komaruddin saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar.

JAKARTA, METRO–Sebelum santer dikabarkan bakal menja­di kandidat kuat Ketua Umum Partai Solida­ritas Indonesia atau PSI, Joko Widodo kerap kali disangkut pautkan dengan Partai Golkar. Jokowi sempat dicocoklogikan berlabuh ke partai berlambang pohon beringin usai menghadiri acara Golkar dengan kemeja dan dasi berwarna kuning.

Wasekjen Partai Gol­kar, Puteri Komarudin ang­kat bicara soal peluang partainya dipilih Presiden RI ke-7 sebagai tempat berlabuh pasca tidak lagi menjadi kader PDIP.

“Ketika beliau digosipkan misalnya kemarin mau masuk Partai Golkar atau sekarang mau masuk PSI itu sebenarnya kita kem­balikan lagi kepada keputusan beliau,” kata Puteri kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Ja­kar­ta Barat, Minggu (18/5).

Puteri meyakini, Jokowi dapat memahami karakteristik partai yang dibutuhkan sebagai tempat berlabuh. Golkar pun kata dia, akan menghormati dan memahami pilihan Jokowi tersebut.

“Jadi tentunya itu keputusan Pak Jokowi dan keluarga kalau soal akhirnya beliau mau berlabuh ke partai mana, dan tentu kita sangat menghormati beliau sebagai salah satu kader terbaik dari bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya,  analis komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa) menilai Presiden RI ke-7 Joko Wi­dodo (Jokowi) lebih cocok bergabung dengan Partai Golkar dibandingkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jika ingin melanjutkan kip­rahnya di dunia politik.

Menurut Hensa, Jokowi membutuhkan partai yang lebih besar dan matang untuk menjamin kelancaran langkah politiknya ke depan.

“Jokowi memerlukan perahu yang lebih besar, lebih ajek untuk berlayar di perpolitikan Indonesia. Golkar mungkin menjadi perahu yang tepat buat Pak Jokowi,” kata Hensa.

Hal itu disampaikan Hen­sa merespons ramainya isu bahwa PSI bisa menjadi kendaraan politik Jo­kowi, putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, dan putra bungsunya Kaesang Pangarep.

Ketiganya bahkan dise­but-sebut berpeluang men­jadi calon Ketua Umum PSI dalam kongres yang akan digelar partai tersebut.

Hensa lantas menyoroti dinamika internal PSI, yang kini menerapkan sis­tem pemilihan ketua umum dengan prinsip “one man, one vote” dan membuka peluang bagi seluruh anggota untuk mencalonkan diri.

Hensa mengaku skeptis Jokowi akan memanfaatkan peluang untuk mendaftarkan diri sebagai ketum PSI tersebut.

“Walaupun peluangnya besar, saya kira Pak Jokowi tidak akan ambil kesempatan jadi Ketua Umum PSI,” tutur dia. (jpg)