METRO PADANG

Wako Padang Geram Sampah Berserakan di Rute CFD

0
×

Wako Padang Geram Sampah Berserakan di Rute CFD

Sebarkan artikel ini
BERSIHKAN SAMPAH— Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyapu dan membersihkan sampah yang berserakan di ruas jalan atau rute Car Free Day )CFD), Minggu (18/5) pagi.

PADANG, METRO–Ajang berolahraga pagi di kegiatan Car Free Day (CFD) semakin banyak disukai dan dija­dikan sebagai lifestyle bagi warga Kota Padang. Namun, pada Minggu pagi (18/5), CFD menyisakan pe­man­dangan yang kurang menge­na­k­kan.

Wali Kota Padang Fadly Amran, secara terbuka menyampaikan kegeramannya saat melihat banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang area pelaksanaan CFD. Pemandangan tumpukan sampah ini terlihat di sepanjang rute CFD yang membentang dari Simpang Masjid Raya Jalan Rasuna Said hingga Simpang Kandang.

Menurut Fadly, kondisi ini sangat disayangkan dan dinilai telah mencederai semangat yang diusung oleh Pemerintah Kota (Pem­ko) Padang dalam mewujudkan kota yang bersih dan sehat.

“Kami menyadari bahwa CFD merupakan kegiatan yang sangat baik, bahkan salah satu upaya da­lam mendukung kota sehat,” ujar Wali Kota Pa­dang.

Namun, ia menegaskan bahwa tujuan baik dari kegiatan ini tidak boleh ternoda oleh masalah kebersihan. “Pelaksanaannya juga perlu diperhatikan. Sampah-sampah tentu harus dibuang pada tempatnya,” tegas Fadly Amran, mengingatkan kembali prinsip dasar kebersihan.

Wali Kota menambahkan bahwa dalam lima ta­hun ke depan, Pemerintah Kota Padang memiliki visi yang ambisius untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat. Namun, ia menekankan bahwa visi ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami meminta semua elemen masyarakat dapat mendukung program ini dengan meningkatkan kesadaran dan tanggung ja­wab terhadap kebersihan kota,” ujar Fadly Amran.

Ia secara khusus me­nyerukan agar kesadaran dan tanggung jawab kebersihan ini diimplementasikan secara nyata da­lam setiap kegiatan publik yang melibatkan keramaian, seperti CFD.

Fadly Amran tidak hanya menyasar kesadaran masyarakat, tetapi juga mengingatkan pihak-pihak yang terlibat langsung da­lam penyelenggaraan CFD.­ Ia meminta agar dilakukan evaluasi menda­lam terhadap teknis pelaksanaan CFD, terutama dari aspek pengelolaan kebersihan.

Wali Kota secara spesifik menyoroti adanya kele­ma­han dalam pengawasan petugas di lapangan terhadap perilaku pengunjung yang masih saja membuang sampah sembarangan.

Selain itu, ia juga melihat masih rendahnya kesadaran pribadi para pengunjung CFD untuk secara mandiri menjaga kebersihan area kegiatan. “CFD telah berlangsung beberapa tahun, tetapi pengawasan kebersihan masih lemah,” kritiknya.

Ia berharap adanya perbaikan signifikan ke depan. “Kami berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik agar semangat hidup sehat tidak dicederai oleh tumpukan sampah,” pungkasnya, berharap agar esensi CFD sebagai ajang hidup sehat tidak dirusak oleh masalah kebersihan.

Untuk diketahui ajang CFD tidak hanya digunakan bagi warga Kota Padang untuk berolahraga, tapi juga buat berburu kuliner dan sarapan pagi. Pasalnya, di sepanjang rute CFD banyak dijumpai pedagang makanan, minuman bahkan pedagang kecil lainnya yang menjajakan berbagai produk.

Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi warga yang berolahraga. “Banyak yang jualan makanan enak-enak. Bahkan ada juga yang jual sembako, seperti bawang, cabai hingga sayuran. Tapi, kita tetap harus menjaga kebersihan juga. Jika makan, harus dibuat pada tempatnya,” ulas Dewi (37), warga Jati yang sering mengajak anak-anaknya untuk CFD setiap Minggu pagi. (ren)