BERITA UTAMA

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Narkoba

0
×

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Narkoba

Sebarkan artikel ini
PENYELUNDUPAN NARKOBA— TNI AL menggagalkan penyelundupam sabu dan kokain dalam jumlah besar.

JAKARTA, METRO–TNI AL melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan 1,9 ton narkoba. Angka tersebut menjadi rekor bagi Angkatan Laut. Sebab, mereka belum pernah menggagalkan penyelundupan narkoba dengan barang bukti sebanyak itu.

Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksa­mana Muda TNI Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

“Penggagalan upaya penyelundupan narkoba, jenis sabu dan kokain yang kalau kita total beratnya ku­rang lebih 1,9 ton di Perairan Selat Durian, Provinsi Ke­pulauan Riau. Penggagalan ini merupakan pelaksa­na­an perintah langsung dari bapak presiden tentang program beliau yaitu Asta Cita,” kata dia.

Perwira tinggi bintang dua TNI AL itu menyatakan bahwa keberhasilan anak buahnya tidak lepas dari peran-peran instansi lain seperti Polda Kepulauan Riau (Kepri), BIN, Bea Cukai, Kejati, dan pemerintah daerah (pemda) setempat yang selalu berkolaborasi.

“Kepri adalah corong ke depan masuknya barang-barang ini. Sehingga kami selalu berupaya, berko­mit­men untuk melakukan ini, untuk menindaklanjuti pe­rintah dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah hari ini kita bisa melihat kenyataan di depan kita ada kurang le­­bih 1,9 ton narkoba jenis sabu dan kokain,” imbuh­nya.

Fauzi menyatakan bahwa yang menjadi concern-nya adalah dampak dari peredaran narkoba. Jika sampai berhasil masuk dan tidak digagalkan, yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa. Sebab, barang haram itu kerap diedarkan dan dijual kepada anak muda.

“Oleh karena itu, kami khususnya pemerintah daerah, kemudian kapolda, kajati, kakanwil Bea Cukai, BNN, dan TNI AL bekerja sama,” imbuhnya.

Dia memastikan keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu dan kokain itu akan terus didalami bersama dengan aparat terkait lainnya. Sementara barang bukti sabu dan kokain yang sangat banyak akan diserahkan kepada pihak berwenang, yakni BNN. (jpg)