TABING, METRO–Kloter 7 Embarkasi Padang dilepas keberangkatannya ke Tanah Suci oleh Kepala PHU Kanwil Kemenag Sumbar, M Rifki bersama Kakan Kemenag Agam, Thomas Febria dan jajaran, Ketua tim Bidang PHU Efi Yoskar dan Uswatman serta PPIH dan P3IH pada Rabu (13/5).
Dengan keberangkatan tersebut, ini berarti Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang sudah memberangkatkan tujuh kloter jemaah haji ke Tanah Suci. Sekitar 2.959 jemaah haji Sumbar dan Bengkulu ini diterbangkan menggunakan maskapai Lion Air Airbus 330.
Kabid PHU Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) sekaligus Sekretaris PPIH, M Rifki mengungkapkan bahwa keberangkatan kloter 7 ini menutup rangkaian pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 Embarkasi Padang dengan rute Padang-Madinah.
“Dengan diterbangkannya jemaah kloter 7 ini, sebanyak 2.959 jemaah haji Sumbar dan Bengkulu telah tiba di Madinah, sekaligus menutup proses pemberangkatan jemaah pada fase gelombang 1,” kata Rifki.
Ia menambahkan bahwa jemaah haji kloter 7 ini berasal dari Kabupaten Agam yang berjumlah 417 orang didampingi 2 Petugas Haji Daerah dan 4 petugas kloter. Pesawat yang membawa jemaah kloter 7 ini take off dari dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 19.40 WIB dan akan landing di Madinah pukul 05.25 Waktu Arab Saudi.
Rifki mengungkapkan, sejak kloter 6 jemaah asal Sumbar, keberangkatan jemaah sudah melalui garbarata sebagai perubahan dari skema keberangkatan kloter 1 yang menaiki pesawat menggunakan tangga.
“Kita selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam setiap layanan. Sebelumnya jemaah menaiki pesawat menggunakan tangga dengan jarak sekitar 7 hingga 10 meter. Sekarang jemaah melewati garbarata, jemaah lebih aman walaupun jalannya agak panjang,” beber Rifki.
Rifki juga menyampaikan dalam setiap kloter ada jemaah lansia, risti dan disabilitas. Untuk kloter 7 ini jumlah jemaah haji lansia (berusia di atas 65 tahun) berjumlah 131 orang.
Jumlah jemaah haji risiko tinggi (risti), Risti berat 62 orang, Risti sedang 130 orang dam Risti ringan 88 orang. Ada juga jemaah Haji yang membutuhkan kursi roda berjumlah 111 orang.
Terpisah Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah haji Embarkasi Padang yang telah tiba di Madinah. Ia mengatakan tak kendala berarti dalam keberangkatan jemaah.
“Alhamdulillah hingga kloter 07 ini proses pemberangkatan jemaah berjalan lancar, belum ada kendala yang berarti. Kita selalu melakukan evaluasi dan memastikan setiap layanan yang ada berjalan sebagaiman mestinya,” tutur Mahyudin.
Mahyudin mengatakan bahwa semua ini berkat kerjasama semua pihak yang terlibat dalam Embaskasi Padang ini. Mulai dari Pemerintah Provinsi, Dinas Kesehatan, Kementerian Imigrasi, BKK, dan seluruh PPIH dan P3IH.
2 JCH Meninggal Dunia
Sementara itu, dua jemaah haji Embarkasi Padang asal Provinsi Bengkulu wafat di rumah sakit di Madinah dan hotel. Kabar duka ini disampaikan Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, M. Rifki.
“Benar ada 2 jemaah haji kita, Embarkasi Padang, yang saat ini dinyatakan wafat di Tanah Suci,” ujar Rifki, Kamis (15/5).
Dikatakannya, jemaah haji yang wafat ini tergabung dalam kloter 3. Untuk jemaah pertama bernama Saidun Basirun Sena yang berusia 76 tahun.
“Almarhum dinyatakan meninggal pada Rabu 14 Mei 2025 pukul 14.15 WAS atau pukul 18.15 WIB. Almarhum wafat saat dirawat di RS King Salman Madinah Arab Saudi,” ungkapnya.
“Saat jemaah kloter 3 sudah bergerak menuju Kota Makkah, almarhum harus tinggal di Madinah karena masih dalam perawatan di rumah sakit,” sambung Rifki.
Kemudian jemaah kedua bernama Syahrul Hadi Salna usia 70 tahun. Almarhum meninggal dunia di hari dan waktu yang sama di Kamar 202 Castle Hotel Madinah Arab Saudi.
“Kami masih menunggu certificate of Death (COD) dari rumah sakit. Bagi jemaah yang wafat akan dikebumikan oleh syarikah (pihak pengelola),” jelasnya.
Ketua PPIH Embarkasi Padang Mahyudin menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya dua jemaah haji asal Provinsi Bengkulu tersebut.
“Kita turut berduka cita atas berpulangnya dua jemaah haji embarkasi Padang. Kita doakan almarhum mendapatkan pahala ibadah haji dan niat berhajinya diterima oleh Allah swt,” katanya.
Tak lupa ia juga menyampaikan duka bagi keluarga jemaah, semoga bisa menerima takdir dan mengikhlaskan almarhum. “Insyaallah beliau husnul khatimah dan hajinya akan dibadalkan,” ujar dia. (ren/rel)






