METRO PESISIR

Wawako Mulyadi: Capping Day Bukan Sekedar Seremonial

0
×

Wawako Mulyadi: Capping Day Bukan Sekedar Seremonial

Sebarkan artikel ini
BERSAMA MAHASISWI STIKES— Wawako Pariaman Mulyadi bersama mahasiswi STIKES usai acara Caping Day.

PARIAMAN, METRO–Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyatakan capping day bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan titik awal dari tanggung jawab dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.  “Dengan pemasangan cap dan ucapan janji, kita telah resmi menjadi perawat yang siap mengabdikan diri untuk membantu sesame,” kata  Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, kemarin, saat acara  capping day atau pemasangan Uniform Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Piala Sakti Pariaman ( STIKES).

“Cap atau topi perawat yang dipasang dikepala seorang perawat, melambangkan sebuah kesucian, bahwa profesi keperawatan adalah sebuah profesi yang amat mulia dan agung, keperawatan adalah profesi yang menge­de­pankan ketulusan dan ke­ikhlasan sepenuh hati,” ujarnya.

Karena itu, dirinya berpesan agar para mahasiswa/I ini untuk mempergunakan waktu belajar de­ngan sebaik-baiknya, jadikan kesempatan ini untuk membentuk kepribadian seorang perawat profesional, yang dapat memberikan kebanggan bagi orang tua, almamater dan daerah. “Dengan kegiatan hari ini, telah membuktikan bahwa adik-adik telah siap terjun untuk menjalankan tugas-tugas keperawatan. Dengan demikian dalam praktek nanti, adik-adik sebagai mahasiswa, agar dapat mencari sebanyak-ba­nyak­nya ilmu melalui teori dan praktik yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Dia juga menuturkan bahwa dimasa kepemimpinan Yota Balad-Mulyadi, kita juga menggandengan STIKES Piala Sakti melalui Program Unggulan Satu Ke­luarga Satu Sarjana (Sa­ga Saja) Plus.

“Kita mempunyai Pro­gul Saga Saja Plus, karena kami menganggap bahwa STIKES Piala Sakti dan beberapa Kampus dan Seko­lah Tinggi yang ada di Su­ma­tera Barat dan Kota Pariaman khususnya, dapat menjadi acuan anak-anak kita untuk mendapatkan beasiswa gratis dari program ini, dan hal ini juga menjadi bukti bahwa Pemerintah hadir bagi Perguruan Tinggi tersebut,” ujar­nya

Sementara itu Ketua STIKES Piala Sakti Syahrul menyampaikan bahwa ada total 92 orang mahasiswa dan mahasiswi yang me­ngi­kuti capping day hari ini, dengan rincian SI Keperawatan sebanyak 71 orang, dan DIII Kebidanan sebanyak 21 Orang, dengan domisili 50 persen warga Kota Pariaman, 40 persen warga Kabupaten Padangpariaman dan sisanya 10 persen  dari beberapa Kota­/Kabupaten di Sumbar dan diluar Sumbar.

“Ucap janji mahasiswa dan capping day merupakan suatu seremonial yang menandakan bahwa mahasiswa perawat, telah me­nye­lesaikan kegiatan belajar baik teori maupun praktik selama lebih kurang satu semester dan siap untuk memasuki dunia ke­pe­rawatan,” ujarnya

Lebih lanjut ia menyebutkan bhawa kegiatan ini merupakan salah satu tradisi dalam keperawatan dimana pada waktu ini mahasiswa putri akan dipasangkan topi perawat (cap), sedangkan untuk mahasiswa putra akan dipasangkan papan nama (name tag) “Kepada mahasiswa/i yang telah melaksanakan ucap janji, agar dapat menjunjung tinggi almamater serta mampu melaksanakan janji yang telah diucapkan. Jadilah mahasiswa yang terbaik sehingga dapat mengha­rum­kan nama institusi dan da­erah,” uljarna.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah, Pimpinan dan Pengurus Yayasan Piala Sakti Pariaman, Tokoh Masyarakat yang juga mantan Walikota Pariaman Martias Mah­yuddin, Ketua IBI dan Ketua PPNI Kota Pariaman, Para Pimpinan Perbankan (Bank Nagari, BSI dan BRI), Para Dosen dan Civitas Akademika STIKES Piala Sakti serta Para Orang Tua dan Wali Murid Mahasis­wa/i yang mengikuti Capping Day ini. (efa)