MEI 2025 menjadi penanda 20 tahun kepemilikan Keluarga Glazer atas Manchester United. Dengan melihat apa yang terjadi kepada Red Devils dalam kurun waktu tersebut, demo besar-besaran pun akan kembali digelar oleh kelompok pendukungnya.
Keluarga Glazer secara resmi memegang kendali Manchester United pada Mei 2005 setelah menjadi pemegang saham mayoritas klub. Momen itu disebut sebagai ‘awal kehancuran jiwa dan komunitas klub’, seperti yang diungkapkan oleh salah satu fans club mereka, The 1958.
“Mei 2005 menandai salah satu hari tergelap dalam sejarah Manchester United Football Club. Keluarga Glazer menjadi pemegang saham mayoritas, yang memicu pengambilalihan pada 29 Juni 2005,” tulis pihak The 1958 di akun X mereka, Selasa (13/5).
“Momen itu menandai dimulainya akhir bagi jiwa dan komunitas klub kita yang dulu hebat — dikorbankan di atas keserakahan perusahaan.”
Sejak saat itu juga, gelombang demonstrasi pendukung kepada Keluarga Glazer sudah dilakukan karena mereka sudah mencium gelagat buruk yang hanya akan menghancurkan klub, hingga mereka membentuk klub baru bernama FC United of Manchester yang berdiri pada tahun yang sama, 2005.
Demo besar-besaran pun terus-menerus dilakukan pendukung setia Man United dalam 20 tahun terakhir, meski belum menghasilkan apa-apa. Meski demikian, mereka tidak pernah lelah untuk menendang Keluarga Glazer dari klub dan akan kembali menggelar unjuk rasa terbaru.
Menurut Sky Sports, The 1958 akan memimpin demo ini yang akan dilakukan sebelum pertandingan penutup Premier League 2024/25 antara Man United vs Aston Villa di Stadion Old Trafford, Minggu (25/5).
Dalam unggahan yang sama, The 1958 pun mengungkapkan poin-poin penting yang menjadi hasil dari ‘salah urus’ Keluarga Glazer kepada Man United.
“Sir Alex Ferguson, pendukung setia Keluarga Glazer dulu dan sekarang, menutupi kerusakan itu dengan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di atas lapangan. Sejak (Ferguson) pensiun, kebusukan di baliknya telah terungkap bagi semua orang — harga sesungguhnya yang harus dibayarkan dari eksploitasi keuangan dan salah urus selama 20 tahun.”
“Klub terlilit utang lebih dari satu miliar pound (akibat keserakahan dan pengkhianatan Glazer). Basis penggemar kami terpecah belah dan terbagi (akibat keserakahan dan pengkhianatan Glazer). Stadion kami terabaikan (akibat keserakahan dan pengkhianatan Glazer).”
“Ratusan juta (pounds) telah disedot untuk membayar utang itu — bukan oleh keluarga Glazer, tetapi oleh klub kami. Keluarga Glazer terus mengantongi dividen dari tahun demi tahun, terlepas dari kegagalan di lapangan. Old Trafford yang dulunya adalah Theatre of Dreams, runtuh karena puluhan tahun terabaikan. Mereka telah mengambil segalanya. Mereka telah mencuri semuanya.” (jpg)






