BERITA UTAMA

Warga Banyuwangi jadi Korban TPPO Tewas di Kamboja, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Sistem Imigrasi

0
×

Warga Banyuwangi jadi Korban TPPO Tewas di Kamboja, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Sistem Imigrasi

Sebarkan artikel ini
PEMULANGAN JENAZAH— Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Phnom Penh memulangkan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) Rizal Sampurna.

JAKARTA, METRO–Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan keprihatinan atas duka mendalam terkait meninggalnya Rizal Sampurna, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Ia menyebut, kasus ini menjadi bukti perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM) dan sistem imigrasi Indonesia masih memiliki banyak celah.

“Komisi XIII bersama dengan komisi terkait di DPR dan pemerintah akan terus mencarikan solusi terbaik agar peristiwa-pe­ris­tiwa seperti ini tidak berulang terjadi,” kata Willy Aditya kepada wartawan, Rabu (14/5).

Rizal Sampurna dipe­ker­­jakan sebagai scammer judi online di Kamboja me­lalui jalur nonprosedural. Rizal dipekerjakan melalui agen ilegal yang membawanya dengan cara diselundupkan bersama 20 warga Indonesia lainnya.

Willy menilai, kasus ini terjadi karena negara ke­kurangan sumber daya untuk mengawasi pengiriman tenaga kerja yang dilakukan di luar mekanisme resmi. Menurutnya, harus ada solusi dalam mengatasi hal tersebut, termasuk kerja sama dengan masya­rakat.

“Namun harus diakui juga bahwa sistem pengawasan orang Indonesia di luar negeri yang kita miliki memang harus terus di­kembangkan sebagai jami­nan kehadiran negara terhadap semua warga negaranya,” ucap Willy.

Namun, ia mengapresiasi pihak Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, serta masyarakat sipil yang turut mengadvokasi dan memfasilitasi pro­ses pemulangan jena­zah Rizal.

Ia menekankan, adanya kritik terhadap proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut dinilai bisa menjadi hal membangun agar sistem ke depan lebih baik.

“Berbagai kritik terhadap proses ini harus dilihat dalam kerangka yang konstruktif untuk terus mem­bangun sistem yang lebih baik. Kita memang perlu terus meningkatkan kerjasama dengan negara-negara seperti Kamboja, Thailand, dan lainnya yang sering menjadi destinasi PMI kita,” tegas Willy.

Sebagaimana diketa­hui, Rizal Sampurna yang merupakan warga Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah bekerja selama beberapa waktu sebagai operator judi online. Rizal diduga menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.

Jenazah Rizal berhasil dipulangkan ke kampung halamannya setelah pihak keluarga berjuang selama dua bulan untuk membawa pulang almarhum yang disebut meninggal dunia akibat serangan jantung. Pihak keluarga menyatakan mendengar kabar Ri­zal meninggal setelah baru dua pekan pria berusia 30 tahun itu bekerja di Kamboja. (jpg)