PESSEL, METRO–Dalam rangka menyiapkn prajurit Jalasena Samudera yang profesional, selalu berlatih dan berlatih. Baik latihan yang sifatnya teoritis maupun di praktekan, ke daerah latihan sesuai dengan medan operasinya.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung didampingi Asrena, Aspotmar dan Danyonmarhanlan II, melakukan peninjauan untuk latihan pendaratan Marinir di Pantai Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat,. kemarin.
Di lokasi Danlantamal diterima oleh Danposal Air Bangis Kpt Laut (P) Almahdi, beserta tokoh masyarakat Sasak Ranah Pasisia serta komponen masyarakat lainnya.
Danlantamal dikenalkan beberapa lokasi pantai yang sesuai dan cocok untuk dijadikan sebagai daerah latihan pendaratan Marinir nantinya.
Lebuh jauh dikatakan Danlantamal Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung, didampingi Kadispen Lantaal II Mayor laut (T) Syahrul, bahwa latihan pendaratan Marinir sangat penting karena membentuk kemampuan pasukan dalam operasi amfibi, pertahanan pantai, dan pengamanan pulau terluar.
“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan, keterampilan, dan profesionalisme marinir sebagai pasukan pendarat amfibi, serta memastikan keselarasan dengan unsur lain dalam Sistem Senjata Terpadu (SSAT) TNI AL. Latihan juga melatih kemampuan bertahan di medan yang ekstrem dan kemampuan medis,” tegasnya.
Disebutkan latihan ini mengasah kemampuan pasukan dalam pendaratan dari laut, debarkasi, hingga merebut sasaran di pantai. Meningkatkan kesiapan tempur, keterampilan teknis, dan kemampuan taktis pasukan, termasuk dalam menghadapi pertempuran di pantai.
“Selain itu latihan ini juga bertujuan untuk membangun mental prajurit dan ketahanan fisik mereka agar siap menghadapi tantangan pertempuran yang berat. Keselarasan dan kesiapan operasi marinir sebagai bagian dari Sistem Senjata Terpadu TNI AL Latihan pendaratan juga seringkali diisi dengan kegiatan bakti sosial dan pengobatan massal untuk masyarakat.” Tuturnya. (ped)






